Pariwara
Muna

Pengadaan Air Bersih di Empat Kecamatan di Muna, Rusman Siapkan Rp 9 Miliar

LM Rusman Emba

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Muna, LM. Rusman Emba terus bekerja tanpa pamrih. Komitmen mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat dijewantahkan dengan konsisten. Satu per satu pelayanan dasar ditingkatkan. Nakhoda yang belum genap dua tahun memimpin Bumi Sowite ini, tidak kenal lelah mengangkat derajat peradaban masyarakat Muna.

Buah kerja Rusman Emba kini menghinggapi masyarakat di empat kecamatan yakni Lohia, Kontunaga, Watopute dan Napabalano. “Tahun ini kami akan alirkan air bersih dari PDAM untuk masyarakat secara langsung di empat kecamatan tersebut,” kata Rusman, jumat (18/5).

Politisi PDIP itu sangat mengedepankan asas keadilan dan pemerataan pembangunan. Khusus empat kecamatan tersebut, sudah sejak lama air bersihnya hanya mengandalkan air hujan. Kalaupun di musim kemarau, warga terpaksa membeli dari penjual air keliling. “Anggarannya kita siapkan Rp 9 miliar dan akhir tahun masyarakat tidak kesulitan air bersih lagi,” janjinya.

Direktur Utama PDAM Tirta Dharma Muna, Nuryayat Fariki lebih rinci menjelaskan, tahun ini dua kecamatan yakni Lohia dan Kontunaga akan menikmati air bersih dari mata air jompi. Setidaknya 2.000 rumah akan teraliri air PDAM lagi setelah 2007 terhenti. “Jadi dari Jompi dibangun penampung dan akan dipasang pipa sepanjang 5,6 kilometer. Nanti di Desa Masalili, dibangun lagi reservoar untuk selanjutnya di sebar di lima desa di Lohia dan seluruh desa di Kontunaga,” urainya.

Untuk Kecamatan Watopute, lanjut dia, pengerjaan jaringan pipanya sudah rampung tahun lalu. 2018 ini, PDAM Muna fokus menambah sambungan baru sebanyak 700 rumah. “Sekarang sudah terpasang 100 sambungan,” paparnya.

Sementara itu untuk Kecamatan Napabalano, pembangunan jaringan air bersihnya dibiayai oleh APBN 2018. Proyek tersebut merupakan usulan PDAM Muna pada 2017 lalu. Rencananya, jaringan itu akan menjangkau 1.000 rumah lebih. “Dibiayai APBN tapi nanti diserahkan ke Pemkab Muna. Nanti PDAM yang akan mengelola,” jelasnya.

Nuryayat menyebutkan, selama ini masyarakat di empat kecamatan tersebut cenderung menghabiskan uang tidak sedikit hanya untuk memenuhi kebutuhan air. Ia mengasumsikan pengeluaran masyarakat mencapai Rp 4 miliar lebih dalam setahun. Nilai itu sangat tidak sebanding jika sumber air diperoleh dari PDAM. “Bayangkan empat miliar setahun. Ini hanya sembilan miliar untuk seumur hidup, asal jaringan pipa yang dibangun perawatannya bagus,” tambahnya.

Leboh jauh Yayat menjelaskan, dari segi bisnis, PDAM Muna juga akan meraup profit yang menguntungkan. Kendati fungsi sosial PDAM juga tidak dikesampingkan. Pada prinsipnya, Nuryayat menilai kebutuhan air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah. “PDAM memang punya dua fungsi yakni fungsi sosial dan orientasi profit. Segi bisnis kami bisa dapat Rp 3,5 miliar untuk 2.500 pelanggan dari Lohia dan Kontunaga saja. Itu akan menjadi pemasukkan bagi daerah juga, sekaligus kebutuhan masyarakat menjadi terlayani,” pungkasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top