Pariwara
Metro Kendari

Asrullah, Anak Penderita Gizi Buruk di Baruga, Plt Wali Kota Kendari Salurkan Bantuan

KENDARIPOS.CO.ID — Asrullah hanya bisa tergolek lemah di atas pelukan ibunya. Meski usianya hampir enam tahun, namun berat badannya tidak jauh beda dengan bayi yang baru lahir. Hasil diagnosis dokter, dia menderita gizi buruk. Jumat (18/5), Plt Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir beserta jajaran datang memberikan support dan bantuan.

Naima, ibu kandung Asrullah tak kuasa membendung air matanya. Dia tak tega melihat putra bungsunya dalam kondisi seperti itu. Sangat kurus, layaknya tinggal kulit membalut tulang. Wanita paruh baya yang kesehariannya hanya berkutat dengan urusan dapur ini, tak habis pikir, bagaimana putranya bisa mengalami nasib seperti itu.

Padahal, kedua kakaknya tumbuh normal, sebagaimana anak-anak kebanyakan. Disamping itu, tak ada juga riwayat keluarganya (termasuk dari keluarga suami) yang mengalami penyakit seperti itu. “Saya melahirkan secara normal. Hanya memang, setelah berusia empat bulan mulai terlihat gejala aneh. Dia kena step empat hari berturut-turut. Setelah itu sampai sekarang begini terus (kurus),” cerita Naima saat menerima kunjungan Plt Wali Kota Kendari, Sulkarnain dan Plt Ketua PKK Kota Kendari, Sri Lestari sambil sesekali menyeka air matanya, jumat (18/5).

Memang orang tua mana yang tidak merasa sedih melihat buah hatinya mengalami nasib seperti itu. Di usianya yang seharunya sudah masuk mengenyam pendidikan sekolah dasar (SD), namun kondisi tubuhnya tidak memungkinkan. Bayangkan saja, di usianya yang sudah hampir enam tahun (5,8 tahun), berat badannya hanya sekira 8 kilogram saja. “Tapi saya ikhlas. Saya anggap ini ujian dan semoga saja diberi kesembuhan secepatnya,” harapnya.

Asrullah lahir 22 Agustus 2012. Dia lahir dari pasangan Naima dan Rajab. Setelah divonis mengalami gizi buruk, orang tuanya membawanya RSU Bahteramas Sultra. Dia sempat dirawat di ruangan nomor 2 lantai II perawatan anak gedung Lambu Barakati RSU Bahteramas. Meski punya kartu miskin, namun ada beberapa biaya pengobatan yang harus dibiayai sendiri. Khawatir tidak mampu, akhirnya sejak dua hari lalu, pulang kembali ke rumahnya di Baruga.

Hal ini cukup beralasan. Sebab, Naima (ibu kandung Asrullah) hanya ibu rumah tangga (IRT), sedangkan ayahnya, Rajab kesehariannya bekerja sebagai sopir angkot di terminal Baruga. Meski keduanya sayang anak, namun karena kondisi ekonomi yang kurang memungkinkan, akhirnya pilih kembali ke rumah.

Sebelum dibawah ke RSU, terlebih dahulu mendapatkan perawatan dari seorang dokter dari Puskesmas Lepo-Lepo bernama dr. Hasmirah. Dia mengaku prihatin. Pasalnya, setiap kali ada pendataan, orang tuanya selalu sembunyikan kondisi Asrullah. “Setiap kali pendataan di Kelurhaan Baruga Kecamatan Baruga, termasuk rumahnya (Asrullah), seolah tak terjadi apa-apa lantaran disembunyikan,” jelasnya.

Kata dia, jika anak umur 5,8 bulan harusnya berat badan mecapai 15 kg sampai 17 kg. Ini Asrullah hanya 8 kg. Olehnya, ketika mengetahui pihaknya langsung merujuknya ke rumah sakit. “Saya melihat ini gizi buruk. Tapi, diagnosa hasil lap kita tunggu di sini, rumah sakit. Selanjutnya, bisa di puskesmas yang akan melanjutkan pemberian makanan tambahan,” ungkapnya.

Mengetahui ada warganya terkena gizi buruk, Plt. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir langsung datang berkunjung dan memberikan bantuan. Dia didampingi Plt. Ketua TP PKK Kota Kendari Sri Lestari, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari drg. Rahminingrum dan sejumlah pegawai Pemkot Kendari. Mereka memberikan berbagai bantuan untuk hidup keluarga tak mampu itu.

Plt. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku prihatin dengan kondisi Asrul. Padahal beberapa waktu lalu sudah ditangani oleh tim dokter dari Puskesmas hingga RSU Bahteramas. Namun kesehatannya belum juga membaik. “Tentu kita sangat prihatin ada warga kita yang mengalami situasi ini. Tidak ada juga orang tua yang menginginkan hal ini. Kami hadir disini sebagai bentuk penguatan kepada pihak keluarga. Kita sama-sama tahu bahwa takdir Allah SWT pasti terjadi, tapi tugas kita manusia bagaimana menyikapi takdir ini dengan benar,” ungkap Sulkarnain Kadir, Jumat (18/5).

Dia mengaku mungkin saja anak itu bukan satu-satunya penderita gizi buruk di metro ini. Makanya ia menginstruksikan kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Kendari untuk mengidentifikasi warga. Bila ada maka perlu diberikan pendampingan maksimal. Mulai dari urusan administrasi hingga bantuan-bantuan.

“Kita berdoa semoga tidak banyak anak menderita gizi buruk, tapi kalaupun itu ada tetap tanggung jawab pemerintah, saya sudah meminta kepada semua puskemas yang ada di Kota Kendari untuk melakukan pendataan jangan sampai ada yang luput dan kita minta kepada masyarakat untuk lebih pro aktif menyampaikan informasi,” harapnya.

Pemkota Kendari kata dia punya program jaminan kesehatan dasar (jamkesda). Sehingga warga miskin bisa dibantu jika memang belum memiliki kartu JKN lainnya. “Sama dengan saudara kita yang kita jenguk saat ini, kebetulan tidak ada jaminan kesehatannya maka kita buatkan Jamkesda,” jelas Sulkarnain Kadir.

Untuk diketahui, pemkot menyerahkan sejumlah bantuan seperti uang tunai dan kebutuhan anak lainnya. “Semoga bantuan kita ini bisa merngankan beban keluarga. Karena ayahnya sopir, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Semoga mereka mendapat kemudahan,”harap Sulkarnain. (ely/wan/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top