Pariwara
Hukum & Kriminal

Mantan Kades Kapota Wakatobi Dilaporkan ke Polisi dan Jaksa

Kasi Intel Kejari Wakatobi, Rudy, SH

KENDARIPOS.CO.ID — Mantan Kepala Desa (Kades) Kapota Induk, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, inisial JN dilaporkan warga ke Polres Wakatobi dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Wakatobi. JN diadukan atas dugaan pelanggaran hukum pengelolaan dana desa (DD) tahun anggaran 2016. JN, diduga telah melakukan penyelewengan uang negara pada sejumlah program pembangunan desa saat menjabat sebagai kepala desa.

Diantaranya, pembangunan jalan usaha tani yang tidak sesuai antara realisasi pekerjaan dengan Laporan PertanggungJawaban (LPJ). Pekerjaan jalan usaha tani sepanjang 270 meter dan lebar tiga meter lebih diketahui menghabiskan anggaran Rp 278 juta. Diduga terjadi penggelembungan anggaran pembelian bahan material. “Jumlah semen dalam LPJ, sebanyak 609 sak. Harga per sak sekira Rp 100 ribu dengan total harga pembelian keseluruhan Rp 60,9 juta,” jelas Ago (30) salah salah satu warga Kapota Induk, Rabu (16/5/2018).

Menurut Ago, jumlah pembelian tersebut berbeda dengan catatan nota pada salah satu toko penyedia barang yang hanya tertera sebanyak 200 sak semen. “Belum lagi batu gunung sebanyak 220 kubik. Per kubik, dibeli Rp 260 ribu, pasir lokal 140 kubik, per kubik dibeli seharga Rp 300 ribu. Batu kerikil 74 kubik, per kubik dibeli seharga Rp 540 ribu. Batu 5/7 30 kubik, seharga Rp 450 ribu per kubik. Termasuk upah tukang satu paket semuanya Rp 29.643.000,” terang Ago.

Anehnya kata Ago, pekerjaan jalan usaha tani tersebut, hanya direhabilitasi sehingga tidak akan memakan anggaran besar. Selain itu, ada pembangunan Gapura yang menelan anggaran Rp 50 juta. Bangunan beton setinggi tiga meter dan lebar kurang lebih lima meter ini, diduga terjadi penyimpangan anggaran. Diketahui penggunaan material dan realisasi serapan anggaran yang tidak sesuai. Ago menambahkan, pekerjaan lanjutan pagar desa, dimana kayu yang digunakan sebagai bahan dasar, tidak sesuai dengan spesifikasi sehingga berpengaruh pada kualitas pagar. “Berdasarkan hasil amatan kami, sejak Januari 2017 pagar tersebut sudah mulai rusak dan terkesan sudah mulai kumuh. Sementara baru dikerjakan bulan Juni 2017,” papar Ago.

Berdasarkan data yang diperoleh Ago, pekerjaan ini menghabiskan anggaran senilai Rp 95 juta. Bahkan upah tukang yang diberikan, tidak sesuai dengan besaran pagu anggaran. “Ini berdasarkan pengakuan pekerja sendiri, yang hanya diberikan sebesar Rp 9 juta saja. Padahal dalam SPJ dicantumkan Rp 22,8 juta,” tambah Ago. Selain itu, pengadaan body fiber sebanyak 10 unit tanpa sepengetahuan Ketua BPD. Bahkan dalam LPJ, tidak dicantumkan proposal permohonan bantuan dan berita acara serah terima. “Makanya bantuan ini, kami duga hanya diberikan kepada orang-orangnya saja. Terutama para perangkat desa. Padahal proyek ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 40 juta,” paparnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, dugaan penyelewengan uang negara ratusan juta rupiah ini, telah dilaporkan ke Polres Wakatobi dan Inspektorat hingga Kejari Wakatobi tahun 2018 ini. Pihak kepolisian bersama lembaga pengawas keuangan daerah saat ini masih bekerja. Bahkan penyidik Polres Wakatobi, sudah menggali keterangan terhadap penyedia bahan material. Sementara itu, Kasi Intel Kejari, Rudy SH,membenarkan adanya laporan tersebut. Terkait dugaan penyelewengan DD di Desa Kapota Induk, Rudy SH mengaku pihaknya telah mengumpulkan data dan keterangan dari sejumlah warga. Bersamaan dengan Desa Lentea Pulau Kaledupa, Desa Komala dan Desa Tampara yang laporannya masuk lebih dulu. “Minggu kemarin, kami sempat ambil keterangan dari beberapa masyarakat Kapota. Mereka satu perahu datang ke sini, sekitar 16 orang. Kita sementara masih gali informasinya,” tukas Rudy. (thy/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top