Pariwara
Konawe Kepulauan

Warga Konkep Waspada Banjir dan Longsor

MURSALIN/KENDARI POS
LONGSOR : Poros Lampeapi-Bobolio yang mengalami longsor di Gunung Gamal. Kendaraan roda empat tak dapat melintasi jalan berstatus provinsi tersebut.

KENDARIPOS.CO.ID — Menghadapi perubahan musim saat ini, warga Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. Banjir dan tanah longsor sewaktu-waktu dapat mengancam pemukiman mereka. Ada tiga wilayah menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konkep, yang rentan terjadi banjir di Pulau Wawonii, yakni Ladianta, Lansilowo dan Lampeapi. Untuk mencegah korban jiwa, BPBD sudah menyiagakan 17 personel Tim Reaksi Cepat (TRC), pada lokasi rawan bencana. Kepala BPBD Konkep, Awaludin, mengatakan, musim timur, mulai melanda Konkep. Dalam siklus tersebut, daerah-daerah rawan bencana berada tiga wilayah. “Musim timur itu, Lansilowo sama Ladianda yang paling rawan. Tetapi di Lansilowo kami sudah buat talut penahan air laut saat pasang. Tinggal beberapa titik saja di Lansilowo yang belum terjadi banjir besar, ketika air laut naik. Kalau Ladianta dan Lampeapi kecuali besar sekali air laut naik, baru banjir. Apalagi jika ditambah hujan yang turun melanda Pulau Wawonii,” kata Kepala BPBD Konkep, Awaludin, selasa (15/5).

Ia mengimbau warga di Bumi Kelapa itu selalu waspada menghadapi musim timur dan penghujan yang akhir-akhir ini melanda Wawonii. “Kami juga sudah pasang imbauan pada warga yang tinggal di sekitar aliran sungai. Meski banyak juga sudah menganggap banjir ini sudah menjadi hal biasa, sehingga mereka tidak mengungsi,” katanya. Ditanya soal adanya salah satu ruas di Poros Lampeapi-Bobolio yang mengalami longsor, mantan Sekwan DPRD Konkep itu mengaku, jalan yang menghubungkan Wawonii Tengah dan Wawonii Selatan, merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Itulah sebabnya, Pemkab tak berani mengambil tindakan untuk melakukan perbaikan jalan. “Itu milik provinsi. Kami tidak bisa intervensi. BPBD juga bisa bertindak, kecuali sudah ada SK dari Bupati Konkep, H. Amrullah yang menyatakan peristiwa itu masuk dalam keadaan darurat. Yang memungkinkan melakukan pekerjaan tersebut adalah pihak Dinas Pekerjaan Umum. Karena di instansi itu ada anggaran pemeliharaan jalan. Saat ini kendala kami adalah penetapan SK keadaan darurat oleh bupati, tetapi itu dikeluarkan tidak sembarang. Nanti ada kejadian luar biasa baru bisa,” papar Awaludin. (c/san)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top