Pariwara
Konawe

Ratusan Warga Konawe Dukung Tambang Virtue Dragon, Minta Tangkap Oknum Provokator

DUKUNG PT. VDNI: Sebanyak 750 warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Anti Provokasi (Formasi) menggelar aksi demonstrasi di Desa Pohara, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Selasa (15/5).

KENDARIPOS.CO.ID — Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Anti Provokasi (Formasi) Kabupaten Konawe menggelar aksi demonstrasi di Desa Pohara, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Selasa (15/5/2018). Mereka marah karena ada oknum yang mecoba memprovokasi warga untuk memblokir sepanjang jalan holding areal smelter PT Virtue Dragon Nikel Industri (PT. VDNI). Dalam spanduk yang mereka bawa, tertulis nama Leo Chadra Edward (salah satu pimpinan PT KKP) sebagai provokator warga dalam aksi blokade jalan houling dan pemberhentian aktivitas PT VDNI. Kordinator Lapangan (Korlap) Formasi, Andi Fale menegaskan, provokasi yang dilakukan sangat melukai warga Konawe. Sebab, tidak hanya menimbulkan keresahan masyarakat, tapi juga mengganggu aktivitas pekerja di Virtue Dragon yang sebagian besar warga lokal.

“Pembangunan smelter PT VDNI sudah sesuai aturan. Makanya, kami mendukung segala aktivitasnya,” ungkap Andi Fale, kemarin. Jumlah massa yang hadir dalam demo itu sebanyak 750 orang. Mereka adalah masyarakat dari Kecamatan Morosi, Kecamatan Bondoala, Kecamatan Kapoiala dan karyawan PT. VDNI. Mereka merasa gemas karena ada oknum provokator yang mengusik perusahaan nikel asal Rusia tersebut.”Akibat provokasi itu, sehingga jalan holling PT VDNI ditutup. Imbasnya, beberapa aktivitas perusahaan terhenti dan menimbulkan kerugian puluhan juta rupiah,” jelasnya.

Untuk itu, Andi Fale minta kepada penerintah agar oknum provokator dan kroni-kroninya ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Termasuk membuktikan dan menjelaskan hak milik tanah yang menjadi sebab terjadinya penutupan jalan holling PT VDNI. “Kasus ini harus dituntaskan. Kami minta pihak berwajib mengambil langkah tegas terhadap provokator,” tegasnya.

Lebih jauh dia meminta agar penutupan dan pemblokiran Jalan holding dan areal smelter tidak dilakukam lagi. Sebab, warga Morosi, Bondoala dan Kapoiala serta karyawan PT VDNI menggunakan jalan holding tersebut sebagai akses jalan menuju pemukiman. “Sekali lagi, kami mendesak kepolisian untuk mencari dan menangkap oknum provokator. Karena tindakan mereka telah merugikan masyarakat dan perusahaan PT VDNI,” katanya. Sebagai tambahan, ini merupakan tandingan dari aksi penutupan jalan holing PT. VDNI 11 April 2018 lalu. Aksi tersebut bertujuan di salah satu hotel, tempat yang mereka duga menjadi lokasi sang provokator bermalam. Sayangnya, rencana mereka tidak bisa terealisasi karena dihentikan aparat. (hel/imn)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top