Pariwara
Konawe Utara

Poros Lasolo-Wawotobi di Konut Makin Rusak

ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Kondisi jalan poros Lasolo (Konawe Utara) menuju Wawotobi (Konawe) yang sebelumnya mulus, kini menjadi rusak dan semakin parah. Setidaknya ada tiga titik kerusakan di ruas jalan yang membentuk kubangan lumpur dan sulit dilintasi kendaraan. Penyebab kerusakan ruas jalan poros itu ditengarai akibat hilir mudik kendaraan pengangkut kelapa sawit hingga bobot 10 ton. Apalagi sejumlah dump truk pemuat kelapa sawit yang melintas di ruas Lasolo-Wawotobi itu beriringan melintas antara lima sampai delapan kendaraan.

Keadaan infrastruktur transportasi itupun disesalkan para pengendara yang sering menggunakan jalan itu. “Ini jalan rusak gara-gara mobil yang muat kelapa sawit. Kalau mereka lewat berombongan. Makanya rusak-rusak jalan, apalagi beban muatannya di atas 10 ton,” tuding Yusman, warga Desa Matapila Kecamatan Lasolo saat ditemui di Puncak Tiriondahi, selasa (15/5). Pengguna jalan lainnya, Suhardiman juga menyayangkan sikap aparat Dinas Perhubungan Konawe dan Konawe Utara yang tak memberikan teguran pada sopir dump truk atau ke pihak perusahaan pemilik kelapa sawit.

“Pengawasan dari Dinas Perhubungan harus dilakukan, karena kondisi jalan semakin mengkhawatirkan pengguna lainnya. Kasihan masyarakat yang lewat, harus mendorong kendaraannya akibat lumpur dalam,” pintanya. Informasi yang dihimpun menyebutkan, mobil pemuat kelapa sawit yang melintasi jalur Lasolo-Wawotobi merupakan milik PT Tani Prima Makmur (TPM) dengan wilayah konsesi di Konawe. “Kelapa sawit ini akan didistribusikan pada PT SPL dan DJL yang ada di Konut,” versi Suhardiman, selasa (15/5).

Sementara itu, pihak Dinas Perhubungan Konut enggan menindak tegas aktivitas mobil pemuat kelapa sawit. Saling lempar tanggung jawab justru terlihat. “Bisa ditindak (mobil kelapa sawit), kecuali dari sana (Dishub Konawe),” argumen Kepala Bidang Darat pada Dishub Konut, Puguh S, Selasa (15/5). Ia beralasan, ruas yang dilintasi mobil berbobot besar tersebut merupakan jalan umum. Siapapun bisa menggunakannya.

“Itukan jalan umum, mobil melintas. Bukan juga konsumsi perusahaan. Karena itu mobil yang muat sawit milik warga bukan perusahaan. Tapi saya selalu ingatkan supaya mereka juga memperbaiki jalan yang rusak,” entengnya. Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Komisi II DPRD Konut, Safrin, mengaku, kerusakan jalan baik di poros Lasolo-Wawotobi maupun trans Sulawesi Motui-Morosi sudah sering disampaikan ke Dishub Sultra untuk segera bertindak.

Bahkan kerusakan jalan untuk masuk di wilayah Konut telah dilaporkan ke Kementerian Perhubungan. “Soal kerusakan jalan menuju Konut itu sudah seringkali kita sampaikan. Baik provinsi maupun pusat. Tapi kita terganjal pada kewenangan. Makanya, kita tidak bisa berbuat banyak,” pasrahnya. (b/min)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top