Pariwara
Konawe Kepulauan

Jangan Haramkan Gaji Halal!

Andi Muhamad Lutfi

KENDARIPOS.CO.ID — Aparatur Sipil Negara (ASN), di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) dituntut untuk bekerja lebih maksimal lagi. Sejauh ini, kinerja para pamong di daerah itu masih menjadi pertanyaan besar di benak Wakil Bupati (Wabup) Konkep, Andi Muhamad Lutfi. Pasalnya, pemotongan tunjangan penambah penghasilan (TPP) yang diterapkan untuk memberikan sanksi bagi ASN malas di otoritanya, belum juga memberikan efek jera.

Terbukti, banyak pegawai lingkup Pemkab Konkep yang penghasilan tambahannya tidak diberikan, namun tetap malas memberikan pelayanan pada masyarakat. Andi Muhamad Lutfi mengatakan, ia sudah beberapa kali memberikan warning kepada ASN untuk selalu berkantor saat jam kerja. Karena kata dia, beraktivitas saat jam kerja adalah kewajiban pamong daerah.

“Kewajiban itu, kalau ditinggalkan, berdosa. Lebih ekstrem lagi, yang tadinya gaji mereka itu halal, tapi karena banyak kali tidak masuk kerja, jadi haram. Saya sudah pernah sampaikan juga pada mereka (ASN. Jangan mengharamkan gaji yang halal,” kata Konkep-2 itu, Rabu (15/5). Kata dia, pemotongan TPP bagi ASN malas, sudah diterapkan sejak jauh-jauh hari.

Tetapi kurangnya kesadaran pegawai untuk berkantor, sehingga pemotongan TPP tak memberi pengaruh apapun. “TPP ASN malas, saya sudah potong. Apa lagi mereka yang tidak ikut Upacara HUT ke-5 Konkep beberapa waktu lalu. Tapi begitulah, mereka tidak kapok juga. Tetapi pada tahapan berikutnya, kami akan tetap pantau absensinya. Kalau berturut-turut dapatkan laporan oknum ASN malas berkantor, kami akan berikan teguran dan sanksi lebih tegas lagi,” janji Andi Muh. Lutfi. (b/san)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top