Pariwara
Kolom

Tantangan Revolusi Industri 4.0, Oleh: Prof Hanna

Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju. Dunia seakan-akan semakin sempit. Kondisi ini mengantar kita di dunia transparansi dan teknologi yang orang katakan Industri 4.0. Istilah Industri 4.0 berasal dari sebuah proyek dalam strategi teknologi canggih pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik. Istilah ini diangkat kembali di Hannover Fair tahun 2011.

Revolusi Industri 4.0 atau industri generasi keempat merupakan perubahan sektor industri di dunia yang dipengaruhi oleh maraknya perkembangan teknologi internet. Begitu hebatnya perkembangan teknologi canggih ini, sehingga pemerintah telah meresponnya dengan cepat.

Menyediakan sumber daya manusia yang unggul adalah hal terpenting dalam menghadapi revolusi Industri 4.0. Mutu pendidikan tinggi juga harus terus ditingkatkan. Kehadiran suatu inovasi tentu saja memiliki pro dan kontra tergantung cara pandang dalam menginterprestasikannya. Penggunanan industri teknologi seperti internet dalam proses perkuliahan bukanlah hal baru di negara yang sudah berkembang. Tidak sama dengan di negara kita di zaman 2000-an, internet masih barang baru. Suatu contoh ketika tahun 2005 saya dan teman-teman Ketua Pusham se- Indonesia melakukan kunjungan belajar ke Wellenberg Institut di Swedia, kami merasat tak punya apa-apa. Sebab, sistim pembelajaran, layanan perpustakaan, layanan informasi dan registrasi semua menggunakan layanan internet.

Apapun namanya, kita sudah berada di dunia Indsutri 4.0. Pertanyaan yang perlu dijawab adalah apakah kita mau berada pada zaman itu atau pada zaman era digital ini? Mau tidak mau harus mau, menerima proses teknologisasi ini sebagai suatu kenyataan dari kemajuan teknologi. Walaupun tantangan dan ancaman akan hadir di depan mata. Tantangan itu antara lain, pertama, ancaman perubahan konsepsi pendidikan.

Kita tidak bisa lagi banyak mengandalkan dan setia pada sistim pembelajaran dengan metode-metode ceramah. Sistim pelayanan pembelajaran dengan e-learning sedang digalakkan dan tidak tertutup kemungkinan sistim tatap muka pun akan hilang. Kedua, ancaman pergeseran budaya dan nilai bangsa Indonesia yang ramah dan bersahabat. Saat ini, masalah kehidupan sudah berada pada posisi individualistis. Nilia-nilai kekeluargaan yang selama ini menjadi kebanggaan kita semua sebagai negara yang ramah kini mulai tergeser oleh hadirnya era digital. Termasuk pasar-pasar tradisional akan semakin hilang ditelan era digital digantikan oleh indomart, dan penjualan online. Ketiga, ancaman tenaga kerja. Tidak pernah terlintas dalam benak beberapa perusahaan di zaman dulu kini tidak ada lagi. Demikian juga transportasi. Hadirnya grab menghilangkan lowongan para sopir taxi, tukang ojek banyak yang gulung tikar.

Keempat, ancaman penghianatan. Istilah industry 4.0 ini adalah bukan produksi Indonesia yang secara psikologi akan mengalami titik kejenuhan. Hal ini akan mengakibatkan hilangnya semua dokumen negara. Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) mengonfirmasi akan ada jenis pekerjaan yang bakal hilang seiring dengan berkembangnya revolusi Industri 4.0. Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kemenaker Bambang Satrio Lelono pernah menyampaikan, sebanyak 57 persen pekerjaan yang ada saat ini akan tergerus oleh robot. Dari fenomena ini, kekhawatiran oleh beberapa orang terhadap kehadiran Indutsri 4.0 ini akan menggeser nilai peradaban dan pekerja-pekerja lokal.

Sehingga, pengangguran semakin tampak, kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Orang pintar semakin pintar dan yang bodoh semakin bodoh. Lalu yang menjadi pertanyaan dimana peran pemerintah dalam mensejahterakan dan mencerdaskan bangsanya? Untuk menjawab ancaman ini adalah pendidikan keterampilan berbasis teknologi sebagai produk perlu diperkuat bukan hanya secara konsep tetapi kurikulum lebih menekankan pada aspek produk. (*)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top