Pariwara
Bau-bau

Harga Bahan Pokok Fluktuatif, Pj Wali Kota Baubau Sidak Pasar Wameo

AKHIRMAN/KENDARI POS
SIDAK : Pj Wali Kota Baubau, Hado Hasina (tengah) saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Wameo untuk memantau harga jelang ramadan.

KENDARIPOS.CO.ID — Kenaikan harga barang khususnya sembilan bahan pokok (Sembako) menjelang ramadan hingga Idul Fitri nanti, sudah menjadi hal jamak. Itu karena beberapa faktor yang salah satunya adalah meningkatnya permintaan masyarakat namun tak dibarengi ketersedian stok. Termasuk, adanya beberapa oknum yang sengaja melakukan penimbunan komoditas barang tertentu. Kondisi tersebut memicu kelangkaan dan mempermudah monopoli harga pasar.

Makanya, untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melakukan inpeksi mendadak (Sidak), Senin (14/5). Kegiatan operasi tersebut dipimpin langsung Penjabat (Pj) Wali Kota Baubau, Hado Hasina, dengan menyasar Pasar Tradisional Wameo. Berbagai lapak penjualan mulai dari Sembako, tempat penjualan ikan, telur hingga sayuran ditinjau.

“Kegiatan ini sebagai langkah awal untuk memastikan kondisi harga barang khususnya Sembako tetap stabil jelang ramadan. Karena kelangkaan serta kenaikan harga pasar kerap terjadi dimomen hari besar keagamaan,” kata Hado Hasina saat ditemui usai melakukan Sidak, senin (14/5).

Hasilnya, sebagian besar kondisi barang masih normal. Stok yang tersedia juga stabil. Sehingga harga beberapa komoditas barang cenderung normal bahkan turun. “Jadi ada yang unik di Baubau ketika menghadapi bulan suci. Yakni soal kondisi harga di pasaran, bukannya naik tetapi beberapa harga komoditas kita mengalami penurunan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan seperti harga cabai rawit dan bawang merah. Sesuai pernyataan langsung para pedagang, pekan lalu harganya melambung tinggi, saat ini justru turun. Ditemui terpisah, salah satu penjual Sembako, Marlin menyatakan, harga cabai rawit dan bawang merah memang mengalami penurunan. Namun harga tersebut fluktuatif. “Harga cabai saat ini cenderung turun. Yaitu dari Rp 25 ribu perkilogram menjadi Rp 15 ribu. Begitu pula dengan bawang merah dari harga Rp 45 ribu perkilogram jadi Rp 28 ribu perkilo. Penurunan ini terjadi sudah sekitar sepekan,” terangnya.

Tetapi Marlin mengaku, kondisi harga tersebut tidak stabil. Karena biasanya sewaktu-waktu mengalami kenaikan. Meski demikian, beberapa bahan pokok lainya mengalami kenaikan. Khususnya telur dan bawang putih. Seluruh pedagang telur dan bawang putih yang ada di Pasar Wameo melakukan penjualan relatif tinggi. “Harga telur mengalami kenaikan. Biasanya kita jual Rp 40 ribu sekarang menjadi Rp 50 ribu. Begitu pula dengan bawang putih, awalnya kita jual Rp 25 ribu perkilogram sekarang naik Rp 35 ribu perkilo,” kata La Sani, diamini pedagang lainnya.

Menyikapi hal itu, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Kota Baubau, La Ode Ali Hasan, mengungkapkan, Sidak yang dilakukan Pemkot merupakan tahap awal pemantauan untuk melihat kondisi harga pasar. Sehingga jika ditemukan ada kecenderungan peningkatan harga, maka akan dilakukan langkah-langkah antisipasi. “Masih akan ada Sidak berikutnya. Kalau kondisi harga beberapa komoditas itu tetap naik, maka kita gelar operasi pasar murah. Untuk menekan kelangkaan serta kenaikan harga,” pungkasnya. (b/ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top