Pariwara
Wakatobi

Pemkab Wakatobi Tunda Relokasi Pedagang Pasar Sentral

ASTY
NOVALISTA/KENDARI POS
RELOKASI : Aktivitas jual beli di area parkir Pasar Sentral Kecamatan Wangi-Wangi Selatan sebelum rencana relokasi pedagang.

KENDARIPOS.CO.ID — Relokasi di area parkir Pasar Sentral Kecamatan Wangi-Wangi Selatan yang dilakukan Dinas Perindutrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Wakatobi belum lama ini, mendapat kecaman para pedagang. Puluhan pedagang yang didominasi wanita tersebut mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk mengadukan nasib mereka. Langkah penertiban yang dilakukan Pemkab Wakatobi melalui instansi teknis tersebut, sebenarnya dimaksudkan untuk merehabilitasi terminal yang kondisinya sudah kumuh. Apalagi area parkir pasar yang dibangun puluhan tahun ini semakin dipadati penjual.

Sayangnya, rencana tersebut tak berjalan semestinya. Bupati Wakatobi, H. Arhawi, mengungkapkan, kondisi Pasar Sentral Wangi-Wangi menjadi perhatian serius pemerintah. Bukan baru kali ini saja melainkan sejak ia duduk di parlemen dan menjadi wakil bupati Wakatobi hingga kemudian terpilih sebagai bupati. “Kita sudah lakukan negosiasi dengan pemilik lahan agar kawasan penjualan (saat ini) bisa dibebaskan untuk rencana perluasan pembangunan pasar,” ujarnya, minggu (13/5).

Sayangnya, setelah melakukan negosiasi dengan pemilik, lahan bisa dibebaskan dengan nilai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta permeter. Tentu saja hal ini belum bisa dilakukan mengingat harus dikaji. Sebab jangan sampai tidak sesuai dengan aturan yang berlalu. “Kalau kita sepakati, khawatirnya akan jadi temuan. Kami masih akan mencari solusi terbaik untuk semua,” tandas Arhawi.

Sementara itu, Wa Maria, salah seorang pedagang di Pasar Sentral merasa dirugikan dengan adanya penggusuran itu. Menurutnya, ia dan para pedagang lainnya masih bisa mentolerir penggusuran, asal lahan yang dijadikan pasar tidak bermasalah. “Kami tidak minta banyak. Kami hanya ingin agar pasar yang disediakan untuk tempat kami menjual, layak ditempati. Bukan seperti saat ini, nanti diusir pemilik lahan,” keluhnya.

Anggota DPRD Wakatobi, Moane Sabara, mengungkapkan pemerintah boleh memindahkan para pedagang asal tempat yang disiapkan, sesuai dan nyaman untuk dijadikan pasar. “Perlu diketahui bahwa pedagang di area parkir ini bukan mencari kekayaan tapi hanya untuk memenuhi kebutuhannya,” papar politikus Partai Demokrat itu. Ia meminta agar Pemkab Wakatobi menyiapkan lahan yang tak bermasalah, apalagi sengketa. “Sebelum dipindahkan harus dicari tempat layak. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya. Kendati terjadi dialog yang cukup alot, kegiatan pemasangan paving blok di area parkir (tempat pedagang menjual) ditunda hingga selesai Idul Fitri nanti. Apalagi saat ini, aktivitas pasar tengah ramai-ramainya untuk kebutuhan menyambut bulan ramadan. (b/thy)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top