Pariwara
Kolaka Utara

Komitmen Pemkab Hijaukan Kembali Hutan Kolut, Bupati dan Kapolres Pimpin Tanam Pohon

TANAM POHON: Bupati Kolut, Nur Rahman Umar (baju putih) bersama Kapolres AKBP Bambang Satriawan (kiri) dan Kajari Andi Fahruddin (kanan) ikut menanam pohon karet di area hutan gundul, tepatnya di Desa Sulaho.

KENDARIPOS.CO.ID — Kawasan hutan di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah tergolong kritis. Hampir setiap saat pepohonan tumbang dihajar kampak hingga chainsaw (senso) perambah. Hal ini mendorong gerakan peduli hutan bernama Kelompok Kerja (Pokja) Restorasi Kebakaran Hutan dan Lahan bergerak. Dipimpin Bupati dan Kapolres, mereka memulai aksi pertamanya melakukan pemulihan di kawasan gundul Desa Sulaho Kecamatan Lasusua, Sabtu (12/5/2018).

Muhammad Rusli, Lasusua

“Kami bagian selubung di bawah sinar matahari pembunuh Kami tersesat dari garis lurus dalam jangka pendek ini Semakin kita mengambil semakin sedikit kita menjadi Peruntungan satu orang berarti lebih sedikit untuk beberapa orang” Penggalan lirik lagu di atas dinyanyikan Sarah McLachlan berjudul “World On Fire” atau “Dunia Terbakar” di album “Afterglow” dirilis 2003 silam. Ia bernyanyi dengan menyindir perilaku manusia yang mengeksploitasi bumi secara terus menerus tanpa memikirkan dampaknya. Ia mengajak untuk menjaga apa yang bumi sediakan.

Pesan moral ini juga tertulis di eks hutan Desa Sulaho, Kolaka Utara (Kolut). Diprakarsai oleh Pokja Restorasi yang dipimpin Kapolsek Lasusua, Ipda Jamarin Riche selaku ketua, mereka mendirikan sebuah tenda biru guna melangsungkan pertemuan, menggelar aksi penanaman ulang lahan yang berdebu yang berserakan arang di sana.

Mereka semua sepakat menyebut itu pembakaran. Tindakan yang sengaja dilakukan para perambah, sehingga membuat hutan dari Desa Sulaho hingga Totallang nyaris habis. Secara perlahan, kawasan itu sebagian menjadi kebun lada dan cengkih. Penanaman pohon juga dihadiri Bupati Kolut, Nur Rahman Umar, Kapolres AKBP Bambang Satriawan, Kajari Andi Fahruddin serta perwakilan Ketua DPRD Kolut. Restorasi tersebut mengembalikan kondisi hutan dengan menanami jenis tanaman. Namun agar produktif, mereka menggantinya dengan tanaman karet.

Bibit yang disediakan di blok 1 hari pertama itu terbagi dua yakni stek dan semai untuk membandingkan perkembangannya. Mereka menarget 150 hektar. Alasan lain, hanya usia 3,5 tahun pohon itu sudah bisa berproduksi dan bisa timpang sari dengan tanaman lainnya. Ipda Jamarin mengutarakan, pokja dibentuk karena telah berulang kali disibukkan dengan kebakaran hutan. “Sebenarnya kami tidak ingin masyarajat dijerat hukum, tapi apa boleh buat mereka merusak hutan. Sehingga sekarang sudah ada beberapa yang diadili,” ungkapnya.

1 of 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top