Pariwara
Muna

Empat Desa di Muna Kategori Sangat Tertinggal

Budiman Syawal

KENDARIPOS.CO.ID — Empat wilayah di Kabupaten Muna masih masuk dalam kategori desa sangat tertinggal. Itu sesuai penilaian Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI. Selain itu 92 desa lainnya juga masih berstatus tertinggal. Sedangkan 28 desa lain sudah masuk level berkembang. Dengan begitu, dari empat kategori kondisi desa, 124 Desa di Kabupaten Muna mayoritas masih terbelakang. Kepala Bidang Keuangan dan Aset Desa, Budiman Syawal, mengatakan, penetapan status desa itu berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Muna tahun 2015.

“Salah satu indikatornya penduduk miskin di atas 300 jiwa. Jadi desa di Muna masih harus bekerja keras lagi meningkatkan perekonomiannya,” papar Budiman Syawal, akhir pekan lalu. Empat desa kategori sangat tertinggal itu adalah Pasikuta, Tapi-tapi di Marobo, Desa Labulawa di Pasir Putih dan Bangunsari di Lasalepa. Desa tersebut berada di kawasan pesisir dengan akses terisolir.

“Khusus desa tertinggal diberi dana afirmasi dari pagu anggaran dana desa. Tujuannya untuk mendorong kemandirian. Paling tidak untuk meningkatkan perekonomian sesuai potensinya,” sambungnya. Lebih jauh, Kepala BPS Muna, Kadir Pua, menjelaskan, penentuan status desa bukan menjadi domain instansinya. Hanya saja ia membenarkan jika sumber penilaian dari hasil survei potensi desa 2015 lalu. Penilaian dilakukan berdasarkan pula indeks kesulitan geografis. “Survei itu mengukur akses transportasi, pendidikan, kesehatan dan akses kebutuhan dasar lainnya. Empat desa yang disebutkan itu (sangat tertinggal) ditetapkan oleh lembaga terkait. Tapi datanya dari kami (BPS),” ujarnya.

Ia mencontohkan, Desa Pasikuta di Kecamatan Marobo merupakan kawasan dengan akses paling sulit dijangkau. Untuk mencapai desa dengan 233 KK ini harus menyeberang laut menggunakan perahu motor. Tak ada akses lain. Di desa tersebut tidak ada listrik, akses pemerintahan dan air bersih masihsulit. “Hanya ada sekolah satu atap di sana. Jadi memang sangat terisolir sebab dia pulau tersendiri. Air bersih saja Rp 25 ribu per 200 liter,” paparnya.

Kadir Pua menambahkan, survei potensi desa terbaru dilakukan April 2018 lalu. Hanya saja hasilnya dirilis akhir tahun nanti. Khusus potensi desa, tiga desa diantaranya yang masuk status sangat tertinggal memiliki prospek ekonomi pada sektor perikanan karena merupakan zona pesisir. “Tinggal nanti pemerintah bagaimana strateginya mengelola potensi itu,” imbuhnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top