Pariwara
HEADLINE NEWS

Banyak Pejabat dan Mantan Pejabat di Sultra Incar Kursi DPD RI

KENDARIPOS.CO.ID — Kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) makin “seksi”. Faktanya, banyak mantan pejabat daerah maupun anggota DPRD bersaing untuk mendapatkannya. Dari 64 orang yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra, lebih dari setengah pernah menduduki posisi tertentu, baik di lembaga pemerintahan, politik maupun akademisi. Misalnya, Mantan Walikota Kendari, Mansyhur Masie Abunawas, Mantan Bupati Butur, Ridwan Zakariah. Lalu ada sebagian diantara mereka masih menjabat hingga pemilihan nanti seperti Anggota DPR RI, Amirul Tamim, anggota DPRD Sultra Muh Feri Angriawan, Muh Jafar, Jhoni Syamsuddin ada juga H. Yusran Silondae yang saat ini menjabat sebagai anggota DPD RI.

Pengamat politik Sultra, Dr Bahtiar menilai, banyaknya mantan pejabat yang maju di DPD RI menunjukkan kalau posisi tersebut kian diperhitungkan. “Saya kira ini hanya soal pilihan untuk pengabdian. Karena bisa saja mereka tidak ingin lagi terkooptasi dengan partai politik tertentu,” ungkap Bahtiar, Minggu (13/5/2018). Melihat komposisi calon DPD yang mendaftar di KPU Sultra, pria yang juga menjabat Dekan Fisip Universitas Halu Oleo (UHO) ini mengakui kalau persaingan lebih ketat dibanding 2014 lalu. “Jumlah calon begitu banyak. Ditambah lagi, mayoritas mereka mantan pejabat, sehingga sudah pasti punya massa. Makanya, kalau mau menang harus menyiapkan strategi yang tepat,” jelasnya.

Pemilihan calon DPD, kata dia, akan menjadi ajang pembuktian para mantan pejabat publik maupun pejabat politik dan atau pejabat di lingkungan akademik. Persaingan semakin sengit, karena hanya ada dua incumbent yang maju. “Karena mayoritas pemain baru, jadi sulit mengukur kemampuan masing-masing. Pastinya, semua punya peluang sama untuk menang,” jelasnya.

Menurut Bahtiar, salah satu modal penting yang dibutuhkan untuk menang adalah kesiapan dana untuk mendongkrak popularitas. Sekaligus juga membentuk tim sukses di setiap daerah. “DPD ini sifatnya pribadi calon. Sehingga masyarakat akan memilih mereka yang sudah dikenal. Beda dengan DPR karena ada kepentingan parpol,” jelasnya. Berkaca pada pilcaleg 2014 lalu, khususnya DPD RI, Yusran Silondae mampu lolos hanya dengan mengantongi dukungan 42 ribu lebih suara. Sementara Muliati Saiman mendapat suara tertinggi dengan 75 ribu suara. Jumlah pemilih juga tidak jauh beda dengan sekarang. “Saya yakin kalau calon mampu meraup suara sebanyak itu, bisa lolos juga. Sebab, kondisinya tidak jauh beda dengan empat tahun lalu,” jelasnya.

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top