Pariwara
Buton Tengah

Asuransi Nelayan Buteng Harus jadi Modal Usaha

MUHAMMAD YUSUF/KENDARI POS
ASURANSI : Bupati Buteng, H. Samahuddin (kiri) saat menyerahkan klaim asuransi nelayan yang meninggal dunia pada ahli warisnya. Dana tersebut diharapkan dapat menjadi investasi bagi keluarga yang ditinggalkan.

KENDARIPOS.CO.ID — Klaim asuransi nelayan di Buton Tangah (Buteng) yang meninggal dunia akibat kecelakaan di laut maupun sakit diserahkan Bupati, H. Samahuddin, secara resmi pada ahli waris. Bupati pertama pilihan warga Buteng tersebut berharap agar dana asuransi yang diterima ahli waris dimanfaatkan sebagai modal usaha. “Selain bisa mendukung kesejahteraan mereka ke depan, juga dapat menjamin pendidikan anak-anak ke jenjang lebih tinggi,” ungkap Samahuddin saat menyerahkan dana asuransi tersebut di Pantai Mutiara, Sabtu (12/5).

Ketua PDIP Buteng itu menambahkan, dua klaim yang diserahkan itu atas Dafit sebesar Rp 160 juta dan Jadil Rp 200 juta. Perlu diketahui penyerahan klaim asuransi tersebut tidak terlepas dari peran pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Buteng. “Kami berharap dinas lainnya dapat mencontoh kinerja yang dilakukan Dinas Perikanan ini,” harap Buteng-1 itu.

Sementara itu, Kepala DKP Buteng, Rijal, menjelaskan, dua nelayan yang menerima klaim asuransi itu adalah Jadil dan Dafid. Jadil yang berdomisili di Mawasangka meninggal akibat kecelakaan di laut sementara Dafid warga Mawasangka Timur, meninggal dunia karena sakit. Saat ini pihaknya sementara mengupayakan pencairan klaim asuransi untuk nelayan lainnya. Hanya saja tidak disebutkan secara pasti data dua nelayan yang akan segera mendapatkan klaim asuransi nelayan tersebut. “Jumlah nominal asuransi yang diterima para nelayan disesuaikan dengan penyebabnya. Kalau meninggal karena kecelakaan di laut maka akan mendapat Rp 200 juta. Kalau meninggal karena sakit jumlah asuransi yang diberikan disesuaikan dengan usia para nelayan. Untuk usia 17-45 tahun Rp 160 juta, usia 46-55 Rp 40 juta dan umur 56-65 sebesar Rp 20 juta,” urainya.

Dia mengungkapkan, yang berhak mendapat asuransi itu adalah mereka yang mengantongi kartu nelayan. Untuk memiliki kartu itu, nelayan memasukan fotokopi KTP dan kartu keluarga di DKP agar diusulkan di kementerian. “Kami sudah membuat berita acara agar pencairan di atas Rp 10 juta harus melalui rekomendasi Dinas Perikanan, agar dananya tidak disalahgunakan,” katanya.

Salah seorang penerima klaim, Hasriana, mengungkapkan, pihaknya sangat terbantu dengan dana asuransi nelayan tersebut. Pasalnya, selain menopang kehidupan keluarga, juga menjadi tabungan pendidikan dan modal usaha. “Saya sudah buka usaha aksesoris, tapi sulit dapat modal. Alhamdulillah dana ini bisa menjadi modal untuk meningkatkan usaha,” tutupnya. (b/myu)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top