Space Iklan
Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Triwulan I 2018, Pertumbuhan Ekonomi Sultra Melambat

Kepala Perwakilan BI Sultra, Minot Purwahono (kanan), saat menjelaskan kondisi perekonomian Sultra triwulan 1-2018, Jumat (11/5/2018).

KENDARIPOS.CO.ID — Perekonomian Sultra menunjukkan tren positif. Dimana, tahun 2018 ini, perekonomian Sultra tumbuh. Sayangnya, meskipun mengalami pertumbuhan, namun perekonomian Bumi Anoa melambat jika dibandingkan tahun 2017. Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BI Sultra, Minot Purwahono. Katanya, pertumbuhan ekonomi Sultra triwulan I-2018, secara year on year tumbuh 5,8 persen, lebih baik dibanding nasional yang hanya 5,1 persen. Sayangnya, ekonomi Sultra triwulan I-2018, tumbuh, tapi melambat jika dibandingkan tahun 2017, pertumbuhannya mencapai 6,8 persen.

“Sejak mengalami perlambatan tahun 2017, hanya 1 lapangan usaha utama yang mengalami tren membaik yaitu lapangan usaha perdagangan. Nah, triulan I-2018 ini, juga melambat. Faktor pendorongnya ada dua yaitu sisi permintaan dan lapangan usaha. Untuk sisi permintaan, ada konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan investasi. Sedangkan lapangan usaha, pertanian, pertambangan dan konstruksi,” katanya, Jumat (11/5/2018).

Minot menjelaskan, perlambatan konsumsi rumah tangga disebabkan telah berlalunya periode libur. Hal itu tercermin dari penurunan konsumsi atas transportasi dan komunikasi serta restoran dan hotel. Sedangkan konsumsi pemerintah melambat secara signifikan didorong oleh belanja individu pemerintah serta based effect point atas pencairan Dana Alokasi UMum (DAU) tahun 2016 pada awal tahun 2017. “Sementara, Penanaman Modal Asing atau PMA dan Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN, masih mengalami pertumbuhan negatif sejak triwulan III-2017. Selain itu, perlambatan juga terjadi dan disebabkan oleh tingginya pertumbuhan pada periode yang sama tahuns ebelumnya,” jelasnya.

Dia melanjutkan, faktor penyebab perlambatan ekonomi lainnya yakni konstruksi. Dimana, konsumsi semen di Sultra tahun 2017, tumbuh sangat terbatas. Hal itu menjadi salah satu indikasi tyerbatasnya pembangunan. Demikian pula untuk sektor pertambangan. Hingga Februari 2018, pertumbuhan produksi nikel mengalami perlambatan pertumbuhan seiring dnegan produksi biji nikel kadar rendah di thaun 2017. Sedangkan untuk sisi investasi, perikanan yang menjadi penyumbang terbesar pada lapangan usaha pertanian masih mengalami pertumbuhan negatif dalam hal produksi, sehingga mendorong perlambatan yang terjadi.

Untungnya, perlambatan ekonomi bisa ditekan dengan ekspor dan impor luar negeri. Ekspor Sultra mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dengan tumbuh mencapai 500 persen secara year on year. Komoditas utama ekspor yaitu biji nikel dan nikel olahan dengan pangsa pasar mencapai 94,2 persen dan Cina menjadi negara tujuan ekspor utama dengan pangsa pasar mencapai 70,8 persen. “Impor Sultra, berada dalam tren yang menurun, seiring dengan selesainya pembangunan smelter. Namun, ancaman dari ekspor dan impor Sultra, sangat nyata dengan tidak terdiversifikasinya mitra perdagangan internasional,” tutupnya. (ind/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top