Pariwara
Nasional

Perkuat Wilayah Timur, Panglima TNI Resmikan Empat Satuan Baru

RESMIKAN: Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, meresmikan empat satuan baru dan pergantian nama satuan TNI di Mako Armada III Sorong, Papua Barat, Jumat (11/5). Foto: JPNN

KENDARIPOS.CO.ID — Rencana TNI menambah satuan baru di wilayah timur Indonesia teralisasi. Jumat (11/5) Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama KSAD Mayjen TNI Mulyono, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, dan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna meresmikan empat satuan baru untuk TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Sesuai rencana, ada empat satuan baru yang mereka resmikan jumat (11/5).

Empat satuan baru itu terdiri atas Komando Armada (Koarmada) III TNI AL, Pasmar 3 Korps Marinir, Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) III TNI AU, dan Divisi Infanteri 3/Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). ”Dengan adanya satuan TNI baru ini, secara dimensi ruang memenuhi unsur kematraan lengkap,” ungkap Hadi ketika meresmikan satuan tersebut.

Untuk itu, Hadi berharap besar seluruh satuan baru yang dia bentuk mampu bekerja secara sinergis dan interoperable untuk menghadapi ancaman serta memitigasi persoalan. ”Di wilayah Indonesia timur secara cepat,” imbuhnya. Rencana membentuk empat satuan baru oleh TNI memang bukan baru digaungkan. Melainkan sudah melalui proses panjang. Terakhir, rencana itu masuk program seratus hari kerja Hadi.
Dasar pembentukan empat satuan baru itu juga sudah dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2010, Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2016, serta Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 12 Tahun 2018. Dari total empat satuan baru, dua di antaranya bermarkas di Sorong. Yanki Koarmada III dan Pasmar 3. Untuk markas Divisi Infateri 3/Kostrad berada di Makassar. Sedang Koopsau III dibangunkan markas di Biak.

Menurut Hadi, Koarmada III dan Pasmar 3 dibuatkan markas di Sorong lantaran wilayah tersebut merupakan ujung laut bagian timur Indonesia. Selain itu, instansinya ingin pembangunan yang dilaksanakan pemerintah bisa semakin padu dengan strategi pembangunan yang dilakukan oleh TNI. Sehingga sinergitas antara work breakdown structure (WBS) dan strategi pembangunan TNI semakin baik.

Tidak hanya itu, alasan lain TNI membangun satuan baru di wilayah timur Indonesia juga turut diungkap oleh Hadi. Menurut mantan KSAU tersebut, institusi militer tanah air belum memiliki satuan induk di sana. ”Khususnya satuan tempur belum ada. Sehingga kami sangat segera merealisasikan rencana tersebut,” terang dia. ”Tujuan utamanya untuk melaksanakan operasi di perbatasan, untuk menjaga stabilitas keamanan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hadi menyampaikan bahwa upaya pembentukan empat satuan baru tersebut punya nilai strategis tinggi dan latar belakang yang cukup kompleks. Sebab, perkembangan pembangunan kekuatan militer dunia khususnya di kawasan Asia merupakan salah satu tolok ukur dalam perimbangan kekuatan. Menurut dia, saat ini belanja militer di Asia sudah lebih besar dari Eropa.

Selain itu, Hadi juga menuturkan, telah terjadi perubahan paradigma dalam pembangunan kekuatan dan kemampuan militer. Kemudian, Indonesia dengan luas wilayah terbentang dari Sabang sampai Merauke punya peluang sekaligus tantangan geografis. “Tantangan geografisnya yaitu bagaimana Indonesia mampu menjaga keamanan. Baik keamanan masyarakat, maritim, maupun nasional, yang berujung pada terjaganya keutuhan dan kedaulatan NKRI,” katanya.

Sedangkan peluang yang dimilik di antaranya menjadi negara poros maritim dunia sebagai jalur komunikasi dan lalu lintas perdagangan. Hadi pun mengungkapkan, semakin luasnya spektrum ancaman dan tantangan yang dihadapi turut mendasari pemikiran TNI dalam mengembangkan organisasi. Khususnya pengambangan ke arah timur. “Perencanaan strategis TNI ke depan yaitu mengutamakan sinergi dan interoperabilitas TNI,” kata dia.

Karena itu, pembentukan satuan baru di wilayah timur Indonesia dilakukan serentak. Berkaitan dengan personel yang bertugas di satuan baru itu, Hadi menjelaskan bahwa penempatan dan pengisiannya dilaksanakan secara bertahap. ”Sesuai kebijakan pemerintah, satuan tempur tidak hanya ditempatkan di Jawa. Namun, tersebar di seluruh Indonesia termasuk satuan baru TNI di Sorong Papua yang baru diresmikan,” jelasnya. (syn/jpg)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top