Pariwara
Edukasi

Dosen dan Mahasiswa UHO Jurusan Ilmu Tanah Sinergi Dalam Penelitian

Tingkatkan Kompetensi: Ketua Jurusan Ilmu Tanah Zulfikar, S.P., M.P (keempat kanan-belakang) dan sejumlah mahasiswa Jurusan Ilmu Tanah dan alumni yang diikutkan dalam penelitian. Foto : Humas UHO for Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Dalam dunia pendidikan, mahasiswa berkolaborasi dengan dosen dan sivitas akademika lainnya, merupakan sebuah sistem yang kompherensif, karena dosen dan mahasiswa adalah soko guru atau penopang keberlanjutan sistem pendidikan di universitas. Implikasi dari kolaborasi dosen dan mahasiswa merupakan penerapan tridharma perguruan tinggi yang merupakan ruh dalam dunia pendidikan.

Menyadari hal itu, Jurusan/Program Studi Ilmu Tanah Universitas Halu Oleo (UHO) berkolaborasi dalam bentuk sinergitas antara dosen dan mahasiswa menjadi hal penting, terutama dalam upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa. Salah satu bentuk sinergitas yang terus dikembangkan oleh Jurusan/prodi Ilmu tanah adalah melibatkan mahasiswa dalam penelitian dosen.

Salah satu penelitian yang dilakukan saat ini adalah pengolahan dan pemanfaatan bambu sebagai inovasi keberlanjutan menuju kemandirian desa di Sulawesi Tenggara yang dilakukan oleh Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, Prof. Dr. Usman Rianse, Dr. Wa Kuasa dan Zulfikar, S.P., M.P. Penelitian ini telah berjalan dua tahun mulai tahun 2017 dan setiap tahunnya melibatkan sebanyak 16 orang mahasiswa untuk melakukan survey dan identifikasi jenis bambu di Sulawesi Tenggara. Tanaman bambu cukup banyak di Sultra, tetapi belum terdata dengan baik yakni potensi bambu, jenis dan ragamnya termasuk pola pemanfaatan bambu dimasyarakat.

Pada Tahun Pertama, dari hasil penelitian ditemukan jenis bambu di Sultra sebanyak 13 jenis, yaitu Gigantochloaapus, Bambusaarundinacea wild, Bambusablumeana, DendrocalamusasperSchult. F. Backer, Bambusaatralindl, Bambusa vulgaris vittata, Melocanabaccifera, Asparagus cochinchinensis, Bambusa multiplex, Bambusa vulgaris, Dinochloamalayana, Gigantochloaatter, Schizostachyummosum. Dari ke-13 jenis bambu tersebut yang paling banyak jenis dan penyebaranya adalah Gigantochloaapus dan paling sedikit adalah jenis Dinochloamalayana hanya terdapat di Kabupaten Kolaka dan jenis Schizostachyummosum, Gigantochloaatter yang hanya terdapat di Kabupaten Muna.

Pada tahun 2018 ini, kembali melibatkan 16 orang mahasiswa dalam survei dan upaya budidaya 13 jenis bambu tersebut. Ketua Jurusan Ilmu Tanah Zulfikar, S.P., M.P., mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pelaksanaan riset dosen akan menjadi bagian pengkaderan bibit-bibit unggul dalam dunia riset. Sebagai akademisi kita punya tanggung jawab untuk menyiapkan generasi yang lebih baik, diantaranya dengan melibatkan mahasiswa dalam penelitian.

“Dengan itu akan menambah pengalaman bagi mahasiswa yang mana secara teoritik sudah didapatkan dikelas, dengan keterlibatan mahasiswa di penelitian dosen, mereka bisa mengalami langsung seperti apa riset dilakukan dan insyaa Allah Jurusan/Prodi Ilmu Tanah akan terus mendorong dosen-dosen untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam riset-riset mereka, mahasiswa program doktor (S3) UHO,” terangnya, Jumat (11/5/2018). Selain itu, Zulfikar juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada dosen-dosen Jurusan Ilmu Tanah dan UHO yang telah melibatkan mahasiswa dalam riset-riset mereka, ini merupakan bukti komitman dosen-dosen UHO dalam peningkatan keterampilan dan kompetensi bagi mahasiswa dalam pelaksanaan riset. (lia)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top