Pariwara
Nasional

Mentan: Stabilkan Harga Pangan, Butuh Sinergi antar Lembaga

KENDARIPOS.CO.ID — Persoalan pangan menjadi perhatian serius Kementerian Pertanian (Kementan). Ada banyak cara untuk menstabilkan harga pangan, selain memotong rantai pasok distribusi, juga butuh sinergi antar lembaga. Hal itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman saat menjadi narasumber utama dalam rapat koordinasi (rakor) antar lembaga yang diinisiasi Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Budi Waseso.

Turut hadir dalam rakor tersebut Kasad TNI, yang diwakili Aster Kasad, Mayjen TNI Supartodi. Dalam kesempatan itu, Amran memaparkan tentang rencana dan evaluasi “Sergap”. Serap Gabah Petani dan Pengadaan 1.000 Unit Dryer di delapan Sentra Produksi Gabah Nasional. “Untuk menstabilkan harga pangan, butuh komitmen dan sinergi antar lembaga terutama di lapangan,” ujar Amran Sulaiman.

Kementerian Pertanian, lanjut dia, bertindak sebagai regulator dan bertanggung jawab pada sisi produksi dan Bulog sebagai operator, harus mengambil peran dan tanggung jawab bersama. “Demi Merah Putih, kita duduk bersama di sini. Seluruh jajaran pimpinan Kementerian dan Unit Pelaksana Teknis di lapangan BPTP hadir. Ini bertujuan agar konsolidasi dapat tercapai mulai dari bawah. Bahkan di tengah-tengah kita, hadir juga Pimpinan TNI AD, yang diwakili Aster Kasad, Mayjend. Supartodi. Beliau ini penanggung jawab dan pelaksana di lapangan. Sudah tiga tahun kegiatan ini kita lakukan, berbagai asumsi sudah dijalankan,” bebernya.

Namun demikian, kata menteri asal Sulsel ini, persoalan yang dihadapi belum tuntas. Sebab, laporan terbaru, angka serapan pangan naik hingga 22.000 ton/ hari. “Kami yakin dengan kepemimpinan Kabulog baru sinergi bisa ditingkatkan sehingga target serap gabahyang mencapai 2,2 juta ton beras bisa tercapai. Itu sesuai arahan Presiden di Rakortas beberapa waktu lalu,” optimisnya.

Demikian juga menyangkut ketersediaan stok pangan untuk bulan Ramadan dan Idulfitri. Sampai saat ini tetap aman. “Stabilitas harga mendapat apresiasi terbaik dalam 10 tahun terakhir, dan tahun ini kita berharap harus lebih baik dari tahun lalu. Tidak ada alasan untuk tidak lebih baik. Demi Merah Putih, mari kita bangun kerja sama yang saling mendukung,” harapnya.

Tak hanya itu, Amran juga menunjukkan beberapa analisa pasar yang abnormal. Selama ini, kata dia, indikatornya adalah stok Bulog dan suplay ke pasar Induk Cipinang. Bila stoknya terpenuhi akan menurunkan harga. “Saat ini stok Bulog ada 1 juta ton dan suplay di Pasar Induk Beras Cipinang lebih 40.000 ton. Namun faktanya, harga tidak signifikan turun. Berarti ada yang salah dan harus diperbaiki,” terangnya.

Amran menegaskan, semua kebijakan yang diambil merupakan perintah Presiden. Bila ada kepentingan pribadi, dirinya siap mundur dari jabatan. “Kalau ada yang berani main-main, termasuk pejabat Kementan, akan saya pecat,” tegasnya.

Aster Kasad, Mayjen. TNI Supartodi menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan komitmen Serap Gabah Petani serta swasembada pangan. Hal itu berdasarkan perintah Panglima Tertinggi, MOU di Pangkalan Bun, antara Kementerian Pertanian dengan TNI. “Panglima TNI menugaskan TNI AD sebaga mitra untuk pencapaian swasembada pangan,” ujarnya.

Dirut Bulog Budi Waseso berjanji akan bekerja lebih cepat. Bulog akan melaksanakan masukan dari Menteri Pertanian dan TNI. “Tunggu saja nanti. Kami akan bekerja efektif dan maksimal, supaya swasembada pangan terpenuhi,” janjinya. Sebagai tambahan, rakor tersebut diinisiasi Perum Bulog. Kegiatannya digelar di Kantor Bulog, Rabu (9/5) lalu. (*)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top