Pariwara
HEADLINE NEWS

Hari Ini, Kemenag Umumkan CJH yang Boleh Ikut Tahap II

Ketentuan CJH berhak ikut pelunasan tahap II.

KENDARIPOS.CO.ID — Kemenag rencananya mulai umumkan nama calon jemaah haji (CJH) berhak lunas biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahap kedua, jumat (11/5). Namun sampai tadi malam pukul 20.00 WIB, informasi tersebut belum dikeluarkan. Mereka beralasan masih menyelesaikan finalisasi pendataan.

Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Noer Alya Fitra menjelaskan, memang ada rencana nama-nama CJH berhak lunas BPIH tahap kedua pada Jumat (11/5). Namun dia mengatakan proses finalisasi penetapan dari sekian banyak pengajuan pengisian kuota berhak lunas BPIH tahap kedua.

Informasi dari Kemenag menyebutkan paling lama informasi nama CJH berhak lunas akan keluar Senin (14/5). ’’Tapi kami upayakan Sabtu (hari ini, Red) sudah keluar,’’ jelasnya. Sebab masa pelunasan BPIH tahap kedua dijadwalkan pada 16 – 25 Mei nanti. Sambil menunggu diumumkan nama CJH berhak lunas BPIH tahap kedua, Nafit mengingatkan beberapa syarat penting. Diantaranya adalah kewajiban melakukan kontrol kesehatan tahap kedua sebelum melunasi ongkos haji.

Pelajaran pada pelunasan tahap pertama, ada laporan proses pelunsan ditolak oleh sistem gara-gara CJH belum kontrol kesehatan tahap kedua. Nafit menjelaskan dalam pelaksanaan kontrol kesehatan tahap pertama, akan ditentukan CJH berstatus beresiko tinggi atau tidak. Kemudian pada pemeriksaan kesehatan tahap kedua, akan diputuskan CJH istithoah (mampu) berhaji atau tidak dari sisi kesehatan.

Sementara itu, terkait dengan istithoah kesehatan dalam berhaji, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyampaikan padangannya. Hasil dari Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VI di Banjarbaru beberapa waktu lalu diulas secara khusus tekrait syarat istithoah berhaji dari sisi kesehatan.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menjelaskan aspek kesehatan dalam berhaji adalah syarat ada, bukan syarat wajib. “Seseorang yang istithoah finansial dan keamanan, namun mengalami gangguan kesehatan, maka pada dasarnya ia tetap berkewajiban untuk berhaji,’’ katanya.

Dia mengatakan apabila seseorang kesulitan berhaji sendiri, misalnya karena penyakit yang diderita atau kondisi tertentu, padahal dia mampu secara finansial, maka kewajiban hajinya tidak gugur.

Namun pelaksanaan hajinya ditunda atau dibadalkan. Diantara kriteria penundaan pelaksanaan haji adalah menderita penyakit tertentu yang berbahaya tetapi berpeluang sembuh. Kemudian ibu hamil yang kondisinya bisa membahayakan si ibu maupun janinnya. Lalu menderita penyakit menular yang berbahaya. (wan/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top