Pariwara
Politik

Hasil Survei INES: 67,3 Persen Masyarakat Ingin Presiden Baru

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Hasil survei Indonesia Network Election Survei (INES) menyatakan sebagian besar responden tidak puas terhadap kepemimpinan Jokowi – Jusuf Kalla. Direktur INES Oskar Vitriano menjelaskan dari 2.180 responden, hanya 19,5 persen saja menyatakan janji Jokowi – JK dipenuhi. Sedangkan 68,2 persen menyatakan Jokowi tidak menepati janji. Sisanya 12,3 persen responden tidak menjawab.

“Kinerja pemerintahan Jokowi-JK sudah barang tentu akan punya pengaruh dengan pilihan masyarakat terhadap partai politik yang akan berlaga di pileg 2019 dan tingkat keterpilihan Jokowi jika mencalonkan diri kembali sebagai capres di pilpres 2019,” kata Oskar.

Penelitikan digelar INES 12-28 April 2018 di 33 provinsi Indonesia, dengan melibatkan 2180 responden. Adapun margin of error kurang lebih 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Penelitian ini menggunakan instrumen data berupa angket yang bersifat terbuka dan tertutup. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner yang sebelumnya sudah dirumuskan oleh para peneliti.

Dalam survei ini, Oskar melanjutkan, pihaknya menguji tokoh-tokoh nasional dan Jokowi sebagai bakal calon presiden pada pilpres 2019. Salah satu pertanyaan yang diajukan, dengan adanya hastag #GantiPresiden2019 yang akhir-akhir ini ramai di media sosial.

Menurut dia, 67,3 persen responden menginginkan presiden baru pada 2019. Sementara 21,3 persen menginginkan kepemimpinan sekarang dilanjutkan. Sisanya atau 11,4 persen responden menjawab tidak tahu.

Survei INES juga memposisikan Partai Gerindra di urutan pertama di pemilu 2019 dengan raihan 26,2 persen. Disusul PDI Perjuangan di posisi kedua dengan 14,3 persen. Berikutnya ada Partai Golkar 8,2 persen, PKS 7,1 persen, Perindo 5,8 persen, PKB 5,7 persen, PAN 5,3 persen, Demokrat 4,6 persen, PPP 3,1 persen, NasDem 3,1 persen, Hanura 2,3 persen, PBB 2,1 persen, PKPI 0,9 persen, Berkarya 0,7 persen, Garuda 0,4 persen dan PSI 0,1 persen. “Sedangkan yang tidak menjawab 10,1 persen,” katanya.

Oskar mengatakan secara top of mind jika pilpres digelar saat ini, Prabowo Subianto dianggap bisa mengalahkan Jokowi. Sebanyak 50,1 persen responden menyebut nama Prabowo, 27,7 persen Jokowi, 7,4 persen Gatot Nurmantyo dan tokoh lain 14 persen.

Saat disodorkan pernyataan tertutup Prabowo juga mengungguli Jokowi. Prabowo dipilih 54,5 persen, Jokowi 26,1 persen, Gatot 9,1 persen dan tokoh lain 10,3 persen. Sedangkan cawapres yang berpotensi dipilih jika berpasangan dengan Jokowi maupun Prabowo adalah Agus Harimurti Yudhoyono 2,1 persen, Zulkifli Hasan 2,6 persen, Rohmahurmuzy 2,2 persen, Airlangga Hartanto, 17,4 persen, Muhaimin Iskandar, 20,2 persen, Gatot Nurmantyo, 9,2 persen, Said Agil Sirajd, 5,1 persen, Puan Maharani 7,5 persen, Anies Baswedan 9,7 persen, TGB Muhammad Zainul Majdi 4,8 persen dan yang tidak memilih 19,2 persen.

Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari enggan banyak komentar saat ditanya anjloknya elektabilitas Joko Widodo di survei terbaru Indonesia Network Election Survey (INES). Dalam survei yang dirilis INES di Jakarta pada Minggu (6/5) kemarin, hasilnya cukup mengejutkan karena elektabilitas Presiden Ketujuh RI itu hanya 27,70 persen. Kalah jauh dibanding Prabowo Subianto yang melejit ke angka 50,20 persen.

Nah, Eva justru menyoroti kredibilitas lembaga survei tersebut. “INES anomali, seperti di statistik ada errornya. Ada pengakuan dari bekas direktur eksekutif bahwa INES kan alat propaganda dari Gerindra. Jadi tentu pembahasan hasil survei tidak bisa pakai logika akademik karena tujuannya politis, kepentingan subjektif dari Gerindra alias gak ilmiah,” kata Eva kepada jpnn.com, Senin (7/5).

Apalagi INES menurutnya bukan pollster yang tergabung di asosiasi lembaga survei seperti PERSEPI. Padahal menurut peraturan KPU, lembaga survei boleh merilis survei jika terikat ke perhimpunan lembaga survei sehingga bisa dikontrol oleh Dewan Etik PERSEPI.

“Lagi pula masa menurut survei mereka enggak ada undecided voters. Semua responden sudah punya pilihan ke capres. Enggak umum,” tukas perempuan kelahiran Nganjuk, 8 Oktober 1965 ini.

Untuk itu Eva tidak mau berkomentar soal survei INES yang menempatkan bakal capres petahana yang didukung mayoritas partai politik di Pilpres 2019 mendatang, kalah telak dari Prabowo.

“Kami berpegang pada lembaga-lembaga yang kredibel saja, dan reputasinya akuntabel. So far mereka relatif sama temuannya (soal elektabilitas Jokowi). Jadi saya no comment soal (survei) INES,” pungkas politikus Senayan itu.(fat/boy/jpnn)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top