Pariwara
Bombana

Punya Kekayaan Alam, Pembangunan di Bombana Harus Lebih Maju

Pj Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi (kanan) bersama Bupati Konsel Surunuddin Dangga (dua dari kanan), Wakil Bupati Arsalim (ketiga dari kanan) serta Muspida saat merayakan HUT ke-15 Konsel. Pada kesempatan itu, Teguh memimpin langsung upacara HUT yang dirangkaikan dengan peringatan Hardiknas.

KENDARIPOS.CO.ID — Pj Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi didampingi Ketua PKK Sultra Ika Octaviana melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bombana, Rabu (2/5/2018). Diterima langsung Bupati Bombana, H. Tafdil beserta jajaran. Banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan itu. Mulai pembangunan daerah hingga potensi sumber daya alam yang masih bisa dimaksimalkan dengan berkoordinasi dengan Pemprov Sultra.

Dihadapan Kepala BPSDM Kemendagri itu, Tafdil memaparkan tentang kondisi daerah yang dipimpinnya, termasuk soal potensi kekayaan alamnya. Dia menjelaskan, Bombana memiliki luas daratan hanya 2.845 kilometer persegi. “Bombana menyimpan kekayaan alam yang sangat melimpah seperti emas dan nikel,” ujar Tafdil.

Menurutnya, sejauh ini ada beberapa perusahaan tambang yang sudah membangun smelter untuk mengolah kekayaan alam tersebut. Yakni, PT Surya Saga Utama (SSU) yang berada di Kabaena dan PT Arta yang akan beroperasi di Kecamatan Mataoleo. “Kehadiran perusahaan tersebut menambah pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bombana. Dan tentunya akan menyerap tenaga kerja. Sehingga pengangguran bisa dikurangi, yang pada akhirnya dapat menekan angka kemiskinan,” paparnya.

Tak hanya itu, Ketua DPD PAN Bombana ini juga menjelaskan tentang sektor pertanian seperti padi. Kata dia, Bombana merupakan salah satu daerah yang menjadi lumbung pangan di Sultra. ” Tahun 2017, produksi padi mencapai 81.500 ton. Padahal, kebutuhan di Bombana hanya mencapai 40 ribu ton saja. Makanya, selebihnya disalurkan ke daerah lain,” jelasnya.

Pj Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi sangat kagum dengan potensi kekayaan alam Bombana. Dirinya berjanji akan mensupport pembangunan daerah itu, supaya lebih maju lagi. “Saya berharap seluruh kekayaan alam Bombana dapat dikelola dengan baik. Sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sehingga nantinya bisa berimbas dalam peningkatan ekonomi Sultra,” katanya.

Dia menambahkan, Bombana adalah daerah baru. Namun mengalami perkembangan luar biasa. Sejak pertama datang di Sultra, dirinya melihat perkembangannya Bombana sudah sangat maju. Apalagi ditambah dengan kekayaan alam yang dimiliki pasti akan sangat mendukung perkembangan daerah ini. “Ditambah dengan bupati yang berpengalaman karena sudah dua periode. Saya pikir ke depan daerah ini akan lebih maju dibanding daerah lainnya,” ungkapnya.

Lebih jauh Teguh menjelaskan, banyaknya kekayaan alam Bombana khususnya Nikel, sehingga akan menarik banyak perusahaan berinvestasi. Untuk itu, dia minta Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi agar selalu berkoodinasi dengan pemkab Bombana. Sebab bagaimanaupun juga, seluruh perizinan dan pengawasan dilakukan langsung oleh ESDM Provinsi. “Memang Pemprov yang berwenang. Tapi kami tidak menutup mata dengan adanya daerah atau kabupaten karena itu wilayah mereka. Olehnya itu sangat penting koodinasi. Dan kenapa juga saya membawa seluruh pejabat di Provinsi agar dengan kunjungan ini, bisa sekaligus dibicarakan. Karena saya dapat laporan, ditariknya kewenangan daerah ke provinsi, membuat banyak hal terlewatkan,” imbuhnya. (b/kmr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top