Pariwara
Konawe Utara

Jangan Lintasi Jalur Trans Sulawesi di Konut !

KENDARIPOS.CO.ID — Hilir mudik kendaraan besar pengangkut material batu pada ruas Trans Sulawesi di Kecamatan Motui, Konawe Utara (Konut) semakin mengkhawatirkan pengguna jalan. Batu gunung yang berserakan di tepi jalan akibat kelebihan muatan menjadi pemandangan jamak. Lebih parah, ruas jalan yang dilalui truk pemuat batu gunung ke kawasan industri Virtue Dragon di Konawe membuat kerusakan jalan terjadi.

Pemkab Konut dan pihak Balai Jalan Wilayah Sulawesi IV diminta memberikan teguran keras bagi pengusaha yang mengkoordinir pengangkutan material tersebut. “Semestinya Dinas Perhubungan Konut dan Balai Jalan memberikan teguran keras bagi sopir bandel. Kalau perlu izin angkutannya dicabut. Kecelakan sering terjadi bahkan kemacetan akibat iring-iringan kendaraan mobil pemuat batu,” kritik Ketua Komisi II DPRD Konut, Makmur, akhir pekan lalu.

Politisi PAN Konut itu juga mendesak Dinas ESDM Sultra melakukan pembekuan izin terhadap pemilik izin usaha tambang batu diwilayah Motui dan sekitarnya. “Pengusaha batu semestinya membuat jalan produksi sendiri. Bukannya menggunakan jalur umum untuk kepentingan perseroan. Makanya saya mendesak Dishub Konut, Pemprov dan Dinas ESDM memberikan sanksi,” tantang Makmur.

Sorotan senada juga diungkapkan Nuriadin, Anggota Komisi II DPRD Konut. Ia menyoroti kinerja Dishub daerah yang tak tanggap melakukan penertiban terhadap aktivitas mobil pemuat batu di Kecamatan Motui. “Kecelakaan dan kerusakan di ruas Trans Sulawesi semakin mengkhawatirkan. Tapi Dishub Konut belum ada tindakan nyata dalam memberikan efek jera terhadap sopir bandel itu,” kritik politikus PKB itu.

Nuriadin mendesak agar pihak-pihak terkait mengevaluasi kembali izin pengolahan batu yang beroperasi di Kecamatan Motui. Karena efeknya sangat meresahkan warga. Utamanya para pengguna jalan Trans Sulawesi. “Kalau perlu instansi yang mengeluarkan izin batu di Motui itu mencabut izin pemilik batu. Dari pada mengganggu aktivitas pengguna jalan. Kasihan masyarakat yang jadi korban,” desaknya.

Aktivitas pemuatan batu yang dilakukan sopir dump truck sudah berulang kali dilakukan peneguran oleh Dinas Perhubungan Konut. Sayangnya teguran itu tak diindahkan oleh para sopir. “Kita sudah pernah tegur supaya memuat batu tidak melebihi kapasitas. Tapi mereka takut bila ada petugas di lapangan, kalau kita tidak ada mereka mengangkut lagi tengah malam,” pesimis Kabid Darat Dishub Konut, Puguh Sudarijono. (b/min)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top