Pariwara
Kolaka Timur

Stok Pangan di Koltim Aman, Tim Terpadu Pantau Harga

KENDARIPOS.CO.ID — Ketersedian stok pangan di Kolaka Timur (Koltim) menjelang bulan suci ramadan tahun ini, diklaim stabil. Kondisi tersebut digambarkan Kepala Dinas Pangan, Muhammad Aras. Disebutkan, pasokan kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional hingga toko-toko besar, tetap tersedia. Apalagi Koltim menjadi salah satu lumbung beras di Sulawesi Tenggara (Sultra), bahkan surplus 45 ribu ton. Pedagang Koltim bisa menjual beras ke Kendari, Jawa Timur hingga Aceh.

“Kalau telur dan bawang diimpor dari luar Koltim, yakni Sulawesi Selatan (Sulsel). Tapi kalau tomat dan cabai, masih melimpah di Koltim. Secara umum kami amati masih tersedia dan harga juga normal,” jelas Muhammad Aras, Jumat (27/4). Mantan Kadis Lingkungan Hidup Koltim ini berharap, para pedagang jangan melakukan penimbunan atau mengurangi stok barang kebutuhan sehari-hari sehingga membuat langka di pasar. Sebab dengan berspekulasi demikian, dapat membuat harga naik.

“Kami akan memantau bersama Tim Terpadu dari Pemkab Koltim dengan mendatangi penjual di pasar-pasar hingga kios untuk memastikan harga dan ketersedian pangan menjelang ramadan tetap stabil,” sambungnya. Sementara itu, Kabid Perdangan Disperindagkop Koltim, Hj. Nuriani mengaku, ia bersama staf akan terus memantau gejolak harga jelang ramadan tahun ini. Dia berharap, para pedagang tetap memertahankan kondisi harga jualannya. “Saat ramadan, kebutuhan masyarakat dalam berbelanja setiap hari memang lebih besar dibanding hari biasa. Insyaallah pekan depan kami akan turun lapangan lagi memastikan harga masih stabil atau ada perubahan. Biasanya sembilan bahan pokok kami data dan dilaporkan pada atasan,” tandas Nuriani, kemarin.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Konawe Utara (Konut) juga memastikan jika stok pangan di daerah tersebut tetap tercukupi. Gejolak kelangkaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang puasa dipastikan tak signifikan. “Untuk stok pangan masih stabil. Tidak ada kelangkaan, tetapi kami juga dari Disperindag tetap melaksanakan pemantauan,” ujar Kabid Perdagangan Disperindag Konut, Ery Husainy, Jumat (27/4).

Ia menuturkan salah satu bahan pangan yang stoknya dijamin aman saat bulan puasa adalah beras. Begitupun dengan cabai, bawang, hingga telur. “Yang langka sekarang itu memang elpiji. Tapi itu tak hanya berlaku di Konawe Utara, melainkan Kota Kendari dan beberapa kabupaten yang ada di Sultra. Dari hasil koordinasi dengan distributor elpiji di Kota Kendari, kelangkaan disebabkan keterlambatan distribusi kapal yang digunakan ke Sultra,” urai Eri Husainy.

Hal senada diungkapkan Kepala Seksi Pembinaan Usaha Pasar dan Distribusi Perdagangan Disperindag, Slamet Sukarno. Ia menyebut, stok beras di Konut dijamin masih kondisi aman jelang puasa. Tetapi pihaknya tetap melakukan pemantauan harga. “Kalau kenaikan harga pangan belum ada. Tapi untuk ketersediaan di pasaran kami jamin masih tercukupi. Misalnya seperti beras. Namun dari harga memang ada perbedaan,” aku Slamet.

Misalnya di Kecamatan Oheo harga beras berada pada kisaran Rp 380 ribu perkarung dengan kapasitas 50 kilogram. Sementara di Kecamatan Wiwirano, dengan berat sama, sudah mencapai harga Rp 500 ribu. Begitupun dengan di kecamatan lain. Adanya perbedaan harga itu karena Kecamatan Oheo memang merupakan areal persawahan. Dalam waktu dekat, Disperindag berencana akan melakukan pemantauan harga di pasaran dan ketersediaan pangan dan komoditas menjelang puasa. (b/kus/min)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top