Pariwara
Muna

PAD Pasar di Muna Masih Minim

KENDARIPOS.CO.ID — Kondisi keuangan di Kabupaten Muna sedang sulit akibat belanja pegawai yang terlampau besar hingga mencapai Rp 460 miliar. Ditengah situasi itu, upaya meningkatkan capaian pendapatan asli daerah (PAD) juga tak kunjung maksimal. Salah satunya dari sektor retribusi pasar.

Dari 53 pasar yang ada di Muna, realisasi PAD pada tahun 2017 hanya berkisar Rp 350 juta lebih. Jumlah itu harusnya bisa meningkat berkali lipat jika seluruh potensi pasar dikelola optimal. Pasar Laino misalnya, terdapat 1.200 pedagang hasil pendataan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muna. Retribusi per kios ukuran 2×3 meter Rp 45 ribu setiap bulannya. Dengan begitu, potensi PAD harusnya sebesar Rp 600 juta lebih setiap tahun.

Selain itu, 52 pasar lainnya juga memiliki potensi PAD. Setidaknya di lima kecamatan yang sudah memiliki pasar representatif termasuk pasar penyangga Wakuru di Tongkuno. “Jadi potensinya sebenarnya bisa hampir dua kali lipat dari yang terealisasi,” kata Arif Wau, Kepala Bidang Perdagangan di instansi itu. Arif mengaku belum bisa berbuat lebih untuk memaksimalkan PAD mengingat kondisi pasar saat ini masih banyak kekurangan. Penataan pedagang sulit dilakukan karena kondisi lods yang minim sarana. “Sekarang masih susah,” katanya.

Disperindag kini berupaya menekan kebocoran PAD. Harapan terbesarnya ada pada bangunan pasar modern yang akan dituntaskan tahun ini. “Kalau itu jadi, penataan pedagang akan lebih mudah. Nanti dibangun lods jumlah pedagang. Yang sekarang baru 750 lods lebih, jadi masih akan ditambah,” imbuhnya. (c/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top