Pariwara
Bombana

Operasional Crusher PT JBM di Bombana Diduga Ilegal

KAMARUDDIN/KENDARI POS
TAMBANG ILEGAL : Aktivitas penambangan galian C yang hanya berjarak puluhan meter dari jalan poros Bombana dan diduga ilegal.

KENDARIPOS.CO.ID — Aktivitas tambang galian C di sekitar jalan Tompo Batu, Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana diduga melanggar aturan. Operasional mesin pemecah batu (crusher) milik PT Johnlin Batu Mandiri (JBM) tersebut tak diketahui pihak Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sultra. Lokasi pertambangannya bahkan tak terdaftar. Surat pemberitahuan pengelolaan tambang tak pernah diserahkan.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Minerba ESDM Sultra, Hasbullah Idris, saat dikonfirmasi. “Kami pastikan, lokasi pertambangan galian C dengan menggunakan crusher itu tidak memiliki izin. Sesuai data ESDM Provinsi Sultra di Kabupaten Bombana, kami tidak pernah mengeluarkan izin untuk lokasi di jalan Tompo Batu. Jadi, karena pemberitahuannya tidak ada, dapat kami pastikan aktivitas itu ilegal. Kami hanya bisa menghentikan aktivitas tambang yang punya izin. Kalau tak punya izin, ada pihak yang lebih berwenang,” paparnya, kamis(26/4).

Hasbullah Idris menegaskan, pemerintah cukup respon terhadap kehadiran investor di daerah ini. Namun sesuai aturan yang ada, tidak diperbolehkan melakukan investasi dengan melanggar hukum, karena akan berdampak pada pemerintah itu sendiri. “Kami tidak melarang investasi asal sesuai aturan, tapi kalau melanggar aturan maka ada konsekuensinya, seperti aktivitas galian C di jalan Tompo Batu itu. Jangan melakukan kegiatan seenaknya saja tanpa mematuhi aturan yang ada,” sindirnya.

Humas PT JBM, Sahral, yang dikonfirmasi membenarkan jika peralatan crusher yang beroperasi di Tompo Batu adalah milik perusahaannya. Namun ia tak mengakui jika PT JBM yang melakukan aktivitas di lokasi tersebut. Pihaknya hanya bermitra dengan perusahaan yang menurutnya memiliki izin pengelolaan dan hanya meminjam alat pemecah batu tersebut. “Tapi saya tidak tahu apa nama perusahaan mitra kami itu, karena saya belum dikonfirmasi,” argumen Sahral.

Anggota DPRD Bombana, Anwar, yang mengetahui aktivitas pertambangan tersebut sangat menyayangkan pihak yang terlibat. Salah satunya PT JBM yang seakan-akan menutup mata bermitra dengan perusahaan ilegal. “Saya juga berharap aparat penegak hukum bergerak cepat menghentikan aktivitas yang sangat merugikan daerah,” tantang Anwar. (b/kmr)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top