Pariwara
Kolom

TKA, Kebutuhan atau Masalah? Oleh : Prof Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Kehadiran tenaga kerja asing (TKA) di Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menuai pro dan kontra. Banyak yang beranggapan, keberadaan mereka diperlukan. Namun sebagian lain justru melihatnya sebagai masalah. Kendati begitu, semua masih bisa menahan diri, sehingga tidak sampai melakukan hal-hal yang merugikan.

Sejauh ini, berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sultra, jumlah TKA mencapai ribuan. Mereka bekerja di beberapa perusahaan tambang yang tersebar di kabupaten/kota. TKA paling banyak adalah yang bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industri (PT.VDNI) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. Saking banyaknya, sehingga pernah muncul istilah Lamung Cina (kawasan Cina). Istilah ini hanya untuk menggambarkan saja, bahwa mereka cukup dominan di sana.

Di sinilah masalah itu muncul. Banyak TKA dalam kesehariannya tetap menggunakan bahasa Cina. Padahal, dalam UU nomor 24 tahun 2009, pasal 33 point (1) disebutkna, bahasa Indonesia wajib digunakan dalam komunikasi resmi di lingkungan kerja pemerintah dan swasta. Artinya bahwa TKA diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia. Namun kenyataanya tidak semua TKA bisa berbahasa Indonesia. Kecuali kedoknya adalah datang ke Indonesia dengan menggunakan visa wisata. Sebab, regulasi tersebut tidak masuk dalam cakupan ini.

Tapi kita tinggalkan dulu soal pro dan kontra kehadiran TKA. Penulis punya sudut pandang lain, terkait kehadiran mereka di Bumi Anoa. Banyak pihak memprediksi kehadiran TKA ada kaitannya dengan hasil kajian sejarah. Di mana ada beberapa suku di Sultra mengakui bahwa nenek moyang mereka berasal dari Cina.

Suku Tolaki misalnya. Dari hasil analisa terhadap cerita rakyat, Tarimana menduga bahwa orang Tolaki itu datang ke wilayah daratan Sultra dari utara dan timur. Mungkin mereka yang datangdari utara itu berasal dari Tiongkok Selatan melalui Filipina Kepulauan Mindanao, Sulawesi Utara, Halmahera, dan Sulawesi bagian timur. Terus memasuki muara Lasolo atau Sungai Konawe’ha dan akhirnya memilih lokasi pemukiman pertama di hulu sungai itu (Tarimana, 1985:51). Tamburaka memperkuat Tarimana yang mengatakan bahwa orang Tolaki berasal dari Yunan (RRC). Bahwa perpindahan pertama ke Selatan melalui Filipina, Sulawesi Utara kepesisir Timur dan Halmahera. Pada saat memasuki daratan Sultra masuk melalui muara Sungai Lasolo dan Konawe’eha yang dinamakan Andolaki.

Demikian juga suku Buton yangberdiri pada tahun 1332 M mengakui bahwa nenek moyang mereka berasal dari Cina. Menurut La Hude (Sejarawan), berdasarkan keterangan leluhur, mereka berasal dari Cina. Selanjutnya, dalam buku silsilah bangsawan Buton dikatakan asal orangnya amat putih, sama halnya dengan putihnya isi kelapa yang dimakan fari (binatang semacam serangga).

Tapi apapun itu, kehadiran TKA saat ini berbeda dengan Cina di zaman dulu. Perbedaan itu mungkin karena keinginan mereka sendiri sehingga banyak yang datang mengajarkan agama, cara bercocok tanam dan bereprilaku baik dan sopan bahkan justru mereka diterima sebagai penduduk karena kemampuan mereka menggunakan bahasa daerah. Namun kedatangan TKA di Sultra karena keinginan kedua negara. Sehingga, perilaku mereka sangat berbeda dengan yang datang ratusan tahun lalu.

Dalam kondisi ini, pergeseran paradigma kehidupan, budaya dan adat, serta pergeseran ke ranah politik pasti berpengaruh secara siginifikan. Tentu saja pro dan kontra pasti tetap akan terus terjadi. Sebagai warga negara Indonsia, khususnya Sultra yang beradab dan berbudaya tentu saja tetap menjunjung tinggi adat dan budaya. Ini sebagai pijakan terhormat untuk memartabatkan bangsa ini. Filosopi kehidupan yang telah diajarkan oleh leluhur harus dipegang erat. Kita tetap menjaga budaya o’sara, kohanu dan budaya Meruo dalam diri kita, begitu juga Bholimukarosomanalipu. Itulah pijakan kita yang tidak luntur oleh zaman. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top