Pariwara
Konawe Kepulauan

Proyek Cetak Sawah di Wawonii Tengah Mandek

MURSALIN/KENDARI POS
MANDEK : Salah satu proyek cetak sawah yang pengerjaannya tak mencapat 100 persen di Wawonii Tengah.

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) harus lebih teliti menentukan kontraktor yang akan mengerjakan sejumlah proyek di wilayahnya. Salah satu contohnnya, proyek cetak sawah di Desa Lamongupa dan Rawa Indah, Kecamatan Wawonii Tengah yang sulit dituntaskan para pemenang tender. Sampai saat ini, proyek yang menghabiskan anggaran hingga Rp 1 miliar di Dinas Pertanian Konkep tersebut, terbengkalai begitu saja.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, H. Muh. Tahrir, mengatakan, pengerjaan proyek cetak sawah di Lomongupa dan Rawa Indah, Wawonii Tengah, sudah selesai sejak Desember 2017 lalu. Sayangnya, volume fisik pekerjaan belum mencapai 100 persen. “Kalau di Desa Rawa Indah pengerjaanya baru 16 persen, sedangkan di Lamongupa baru 49 persen. Saya lupa perusahaan apa yang kerja percetakan sawah itu,” kata Kadis Pertanian Konkep, H. Muh. Tahrir, selasa (24/4).

Mantan Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Konkep itu menuturkan, proyek pertanian percetakan sawah tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) 2017 lalu. Anggaran di Desa Lamongupa sekitar Rp 700 juta dan di Rawa Indah Rp 300 juta. “Sudah diperiksa juga sama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sultra dan kepolisian. Tapi tidak ada kerugian negara yang ditimbulkan akibat proyek percetakan sawah tersebut,” versinya.

Ia mengaku sudah melayangkan surat pada rekanan untuk menuntaskan proyek percetakan sawah tersebut yang luasannya mencapai 90 hektare di dua desa itu. Sayangnya, surat tersebut tak mendapat tanggapan. Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Konkep, Yasran Jamula, mengatakan, percetakan sawah di Desa Lamongupa diusulkan seluas 112 hektare. Tetapi kata dia, pengerjaan proyek anggaran 2017 itu yang terealisasi hanya 49 persen. “Untuk percetakan sawah di Lamongupa, hanya 60 hektare yang diselesaikan pihak kontraktor. Untuk anggaran awalnya Rp 1,4 miliar tetapi yang dibayarkan hanya 700 juta. Sesuai volume pekerjaannya. Sisa anggaran dikembalikan ke kas daerah,” tutur Yasran Jamula, selasa (24/4).

Dia menambahkan, percetakan sawah di Desa Rawa Indah, berbeda dengan di Lamongupa. Kata dia, volume fisik pengerjaan di Desa Rawa Indah, hanya mencapai 16 persen oleh rekanan yang tidak diketahui itu. Padahal kontraktor sudah mengambil 30 persen anggaran proyek. Tetapi sampai masa kontrak berakhir, yang bisa direalisasikan hanya 16 persen.

“Kalau kontraktor yang kerja percetakan sawah di Desa Rawa Indah, masih punya hutang ke Pemkab Konkep. Soalnya jumlah anggaran yang diberikan Rp 300 juta untuk menuntaskan pekerjaan 30 persen, tidak bisa dituntaskan. Sehingga pihak kontraktor mempunyai utang ke Pemkab Konkep sebesar 14 persen. Dan ini harus dikembalikan. Saya juga sudah minta Kadis Pertanian untuk bersurat ke kontraktor agar secepatnya mengembalikan uang daerah yang tersisa,” tegas Yasran Jamula. (b/san)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top