Pariwara
Buton Utara

Bupati Butur Genjot Program, Turunkan Angka Kemiskinan, Sektor Pertanian jadi Andalan

SAPA PEDAGANG: Bupati Butur, Abu Hasan (baju putih) membeli ikan dari pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Dia berjanji akan meningkatkan perekonomian masyarakat, supaya bisa menurunkan angka kemiskinan.

KENDARIPOS.CO.ID — Abu Hasan-Ramadio genap dua tahun memimpin Kabupaten Buton Utara (Butur). Selama kurun waktu tersebut, berbagai program pembanguan telah diletakkan. Terutama di sektor pertanian organik. Tak luput pula, sektor infrastruktur jalan dan jembatan dibangun. Meski sudah banyak perubahan yang dilakukan, namun pasangan yang diusung Golkar, Demokrat, PKB dan PDIP ini masih punya tugas berat. Yakni menurunkan angka kemiskinan. Sebab, sebagai daerah yang belum lama mekar, angka kemiskinan daerah pemekaran Kabupaten Muna tersebut masih cukup tinggi.

Data di Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 triwulan pertama, jumlah warga miskin menyentuh angka sembilan ribuan lebih. Kendati ada tren penurunan jumlah masyarakat tak mampu, jika dibandingkan tahun 2017. Namun, tak signifikan atau hanya sekira 0,1 persen saja penurunannya. Kondisi inilah yang menjadi perhatian serius Bupati Butur, Abu Hasan. Untuk mengentaskan angka kemiskinan, dirinya mengaku tetap mengandalkan sektor pertanian organik. Alasannya, 70 persen masyarakat Lipu Tinadeakono Sara merupakan petani. Selain itu, pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga menjadi andalan. Terutama, di sektor pengelolaan jambu mente, kopra dan beberapa sektor lainnya. “Fokus saya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat. Supaya mereka bisa hidup sejahtera,” ungkap Abu Hasan, kemarin.

Kata dia, sejauh ini masih menjadikan sektor pertanian organik sebagai wadah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Buton Utara. Pertanian organik ini terintegrasi dengan perikanan dan perkebunan. “Memang saya akui optimalisasi lahan belum maksimal. Ini akan menjadi perhatian serius. Subsidi pembersihan lahan tetap akan diprogramkan jika memungkinkan pada anggaran perubahan. Minimal 400 hektar,” jelasnya.

Sejauh ini, kata dia, petani masih mengeluhkan lahan pertanian mereka kerap kekeringan jika musim kemarau. Untuk mengatasi problem itu, akan dibangun bendungan sebagai wadah penampung air untuk disalurkan di daerah pesawahan di Soloy Agung, Kecamatan Kulisusu Barat. “Pengerjaannya segera dilakukan. Duitnya Rp 12 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ,” ujarnya. Mantan Karo Humas Pemprov Sultra itu mengungkapkan, minimnya lowongan pekerjaan juga menjadi problem utamanya. Imbasnya, lulusan perguruan tinggi membludak, banyak yang menganggur dan angka kemiskinan trennya sulit untuk ditekan secara signifikan akibatnya minimnya serapan tenaga kerja.

Abu Hasan mengaku, sebenarnya bisa saja mengeluarkan kebijakan mengizinkan perusahaan tambang masuk sehingga ada penyerapan tenaga kerja. Namun, setelah dilakukan pertimbangan dan kajian secara matang banyak mudharatnya. “Tanah petani di kuasai. Masyarakat hanya akan menjadi buruh di negeri sendiri. Kemudian, beberapa tahun kemudian bencana alam datang melanda. Ini yang saya tidak inginkan. Prinsipnya, tanah untuk petani, bukan untuk investor,” tegasnya.

Selain itu, Mantan Kadis Pemuda dan Olahraga itu mewajibkan, semua desa membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Ia berkeyakinan, Bumdes bakal menjadi penggerak pertembuhan ekonomi permanen di 87 desa. “Ini juga menjadi perhatian serius saya. Selain itu, organisasi perangkat daerah dievaluasi. Sebab, menjadi ujung tombak pelaksanaan program,” tambahnya. Abu Hasan mengaku, tak punya program prioritas yang baru dicetuskan untuk jangka panjang dan pendek. “Program prioritas tetap di sektor pertanian, perikanan, kesehatan, pendidikan dan beberapa sektor lainnya secara umum, ” tandasnya. (b/had)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top