Pariwara
Nasional

Terbukti Pungli, Hasil Seleksi Calon Komisioner KPU Bisa Dibatalkan

Hidayatullah

KENDARIPOS.CO.ID — Kabar adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam seleksi calon komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) di Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah sampai di telinga KPU RI. Lembaga yang dinakhodai Arif Budiman ini menegaskan, hasil seleksi bisa saja dibatalkan kalau terbukti ada “permainan” dalam prosesnya. Sebab, kalau dibiarkan dikhawatirkan akan menciderai integritas dan independensi lembaga penyelenggara pemilu ini.

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan mengungkapkan, pihaknya sudah mendengar informasi tersebut (dugaan pungli dalam seleksi calon komosiner,red). Hanya saja, belum menerima laporan resmi. “Kalau punya bukti lengkap, silahkan laporkan ke pihak berwenang. Ini penting supaya tidak mengganggu jalannya proses perekrutan komisioner KPU,” kata Wahyu saat dihubungi di Jakarta, rabu (18/4).

Dia menegaskan, KPU RI sudah punya mekanisme sendiri dalam perekrutan calon komisioner. Makanya, kalau ada yang terbukti “bermain”, bisa saja dibatalkan. “Tapi harus dibuktikan, tidak boleh hanya berdasarkan asumsi. Karena itu bisa menimbulkan kegaduhan,” ungkapnya.

Secara umum, lanjut dia, KPU RI selama ini tetap memantau seluruh proses perekrutan calon komisioner KPU di daerah, termasuk Sultra. Sejauh ini menurutnya, tidak ada hambatan berarti. Kendati begitu, pihaknya minta agar masyarakat ikut berpartisipasi. “Kami berharap masyarakat dan seluruh elemen bisa ikut berperan serta. Mengawal proses seleksi yang saat ini masih berjalan. Kalau menemukan dugaan praktek KKN atau indikasi pungli, silahkan laporkan. Itu akan menjadi bahan peryimbangan kami,” jelasnya.

Tidak hanya soal dugaan pungli, dia juga minta masyarakat memantau independensi tim seleksi. “Dugaan yang berbau praktek transaksional wajib untuk dibongkar dan dihentikan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Sultra Hidayatullah berjanji akan membongkar kasus dugaan pungli atau makelar yang dilakukan oknum dalam seleksi komisioner KPUD. Dia mengaku sudah memiliki bukti untuk itu. “Saya akan bongkar masalah ini. Saya belum mau buka-bukaan, khawatirnya oknum pelaku menghilangkan jejak,” ungkapnya.

Hidayatullah menjelaskan, praktek pungli yang dilakukan oknum tertentu sebagai jaminan kelulusan. Uang jaminannya pun cukup fantastis antara puluhan hingga ratusan juta rupiah. Mantan aktivis Prodem ini mengaku telah mengantongi bukti akurat. Hanya saja, ia enggan membeberkan pelakunya. “Nominalnya yang diminta itu dari Rp 25 juta sampai 350 juta. Ini terjadi di seleksi KPU kabupaten/kota dan saya ada buktinya,” jelasnya.

Sebagai bentuk tangggung jawab moral dan kelembagaan, dirinya meminta tes wawancara harus didampingi utusan KPU RI termasuk pada saat pleno. Sebab, hal ini akan bisa berimbas pada marwah lembaga di kemudian hari. Sebagai lembaga independen, penyelenggara Pemilu harus ditempati komisioner yang bisa bekerja profesional dan memiliki berintegritas. Soal laporan ke tim saber pungli, dirinya masih mencari waktu yang tepat.

Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu menjelaskan, bila yang disampaikan Ketua KPU Sultra benar, maka ada potensi pelanggaran administratif dan pidana.
Potensi pelanggaran administratif bisa saja mengarah pada diulangnya seluruh tahapan bermasalah. Pelanggaran pidananya, masuk pada ranah suap-menyuap. “Jadi, kami minta supaya melapor ke tim seleksi (timsel) dan kepolisian. Kalau pelanggaran administrasi jelas, hasil seleksi bisa dibatalkan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Ketua KPU Sultra juga harus membuat laporan tertulis kepada KPU RI agar ada referensi terhadap hasil rekruitmen KPU kab/kota. “Masyarakat harus tahu seperti apa endingnya. Supaya ketika sudah diputuskan nanti, tidak menimbulkan keraguan bagi masyarakat,” imbuhnya. (b/wan/yog/ing)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/kendaripos/public_html/wp-includes/functions.php on line 3729