Pariwara
HEADLINE NEWS

Polisi Buru Pelaku Pembunuh Siswi di Wakatobi

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Siapa pelaku pembunuh Yati (16) siswa SMA Negeri 4 Wangi-Wangi Selatan (Wangsel), Kabupaten Wakatobi ditemukan tak bernyawa, tak jauh dari kebun milik warga Selasa (10/4) lalu hingga kini masih diburu aparat. Yati diduga kuat menjadi korban tindakan kekerasan setelah ditemukan kondisi kedua tangannya terikat dan bagian kepala berdarah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kendari Pos, salah seorang pelaku diduga berasal dari Desa Liya Togo berinisial M (23). M diduga sebagai dalang dari insiden yang menewaskan siswa kelas X ini. Sayangnya, saat ini pihak Polres Wakatobi belum bisa memberikan keterangan mengingat terduga pelaku masih dalam proses pencarian.

Melalui ajudannya, Kapolres Wakatobi, AKBP Hadi Winarno, SIK belum bisa berbicara banyak. Jika nanti terduga pelaku ditangkap pihaknya berjanji akan menyampaikan hal ini secara resmi. “Beliau arahkan ke saya untuk sampaikan ke teman-teman wartawan kalau terduga pelaku saat ini masih diburu dan dicari. Kalau sudah ditemukan nanti akan diinfokan,” ungkapnya saat ditemui di Polres Wakatobi, Senin (16/4/2018).

Sementara itu, pantauan Kendari Pos di Polsek Wangi-Wangi Selatan, orang tua terduga pelaku telah dimintai keterangannya terkait hal ini. Menurut pengakuan ayah tiri terduga pelaku, Drs La Moma (64) kehadrinya di kantor polisi tersebut guna memenuhi panggilan dari aparat berwajib. “Tadi malam pukul 23:00 wita, ada tiga orang polisi yang datang ke rumah dan menanyakan anak kami. Kami juga dipanggil untuk hadir di sini. Dan pagi hari kami sudah memberikan keterangan kami,” ungkapnya saat ditemui di halaman Polsek Wangsel.

La Moma kaget dengan adanya dugaan anaknya terlibat dalam kasus ini. Namun, ia menyayangkan jika sang anak dengan sengaja melarikan diri. Apalagi saat ini dia sulit dihubungi. “Sejak tadi malam sudah tidak ada di rumah dan kalau kita telepon tidak diangkat bahkan hanphonenya di non aktifkan. Kalau gelagatnya akhir-akhir ini biasa-biasa saja makanya kami tidak menyangka jika dia di duga terlibat dalam kasus ini,” paparnya.

Kendati demikian, dia berharap bisa membantu aparat dalam mengungkap kasus ini. “Kami siap membantu dan sangat kooperatif dengan aparat. Tapi, susahnya anak kami ini sulit dihubungi. Maksud saya, kalau memang tidak salah kenapa harus takut, angkat teleponnya supaya kita bantu mana baiknya,” tambahnya. Sekedar diketahui, korban hilang sejak Sabtu (7/4) lalu. Setelah tiga hari dilakukan pencarian, Yati ditemukan warga sudah tak bernyawa. Selain kedua tangannya terikat, kondisi korban setengah telanjang dan mengeluarkan bau menyengat. (thy/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top