Pariwara
Aneka

Pembelajaran Calistung “Dipersimpangan Jalan”, Oleh: Prof Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Pembelajaran baca-tulis-hitung (calistung) dianggap sebagai penyebab munculnya mental hectic (sibuk). Walau masih pro dan kontra, namun Kemendikbud imbau supaya calistung jangan dulu diajarkan ke anak usia di bawah lima tahun. Sebab, dianggap bisa menghambat pertumbuhan anak serta rentan terkena penyakit mental hectik ketika mereka masuk sekolah dasar (SD). Secara istilah, heltic bermakna sangat sibuk, ramai sekali, riuh, ribut, tidak tenang dan lainnya. Dari istilah inilah, mental hectic dapat diartikan sebagai kondisi kejiwaan yang tidak tenang, bingung, sibuk karena merasa dikejar-kejar tugas.

Jika makna ini dijadikan rujukan, maka tepat yang dilakukan guru di PAUD. Mereka memberikan instruksi kepada peserta didik supaya mengerjakan latihan, menulis di papan tulis dan lainnya. Kondisi ini mengajari anak-anak untuk selalu mengerjakan sesuatu dengan selalu mencoba dan tergesa-gesa. Nah, karena merasa terburu waktu, maka situasi ini bisa dikategorikan mental hectic. Anak-anak yang “menderita” mental hectic digambarkan merasa tidak tenang, tertekan, bahkan kebingungan. Sebab, mereka dituntut menyelesaikan tugas sekolah yang berat. Akibatnya, mereka melewatkan masa kanak-kanaknya yang seharusnya digunakan bermain.

Pada taraf seperti ini, memang anak-anak sebaiknya bermain sambil belajar. Namun yang terjadi malam belajar sambil bermain. Karena begitu padat tugas yang diberikan, sehingga secara psikologi anak-anak merasa terbebani dengan perintah itu. “Gadis” mencoba memberikan pandangan lain dari dua pandangan berbeda tersebut. Perlu dipahami, usia dini merupakan golden age. Periode ini merupakan masa bagi mereka untuk bermain. Dan juga butuh energi besar untuk menggali potensinya.

Supaya lebih jelas, mari lihat filosofi pendidikan sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Salah satu perintahnya seperti ini: Didiklah anakmu 25 tahun sebelum dia lahir. Atau didiklah anakmu sejak dalam buaian ibunya. Dari konsep inilah, maka mendidik anak merupakan suatu perintah yang harus dilakukan. Mendidik berbeda dengan mengajar. Mendidik bersifat kualitatif yang mengajari anak-anak nilai – nilai dalam tataran norma. Seperti berbuat baik, beretika, santun sesuai dengan budaya. Sedangkan mengajar bersifat kuantitaif. Yakni, memfasilitasi anak untuk mencapai potensi dirinya sesuai dengan tujuan telah ditetapkan. Dari sini terlihat perbedaannya. Bahwa mendidik lebih banyak difokuskan pada proses yang terjadi pada anak-anak balita (lima tahun). Sementara mengajar lebih banyak ditekankan pada anak-anak di atas lima tahun.

Secara psikologis, mental hectic tidak disebabkan faktor tunggal. Tapi beberapa hal lain. Seperti karakter bawaan, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, relasi dengan lingkungan dan pola asuh. Makanya, meski tidak belajar calistung, anak dapat mengalami perasaan tertekan berlebihan, kebingungan dan akhirnya muncul mental memberontak bilamana berada dalam situasi yang menekan mental mereka. Misalnya memiliki orang tua yang sikapnya terlalu keras, guru yang galak, atau terlalu banyak kenal bullying. Itupun juga, mental yang terbentuk dapat beragam. Misalnya, anak yang sejak lahir berkarakter keras akan memberontak, sementara anak introvert akan menjadi rendah diri.

Pandangan penulis, guru PAUD tidak perlu terlalu resah terhadap calistung itu. Justru yang harus dihindari adalah proses calistung berlebihan. Penekan calistung adalah proses bermain sambil belajar. Jangan menciptakan belajar sambil bermain pada saat di kelas 2 atau 3 SD. Ajari menggunakan bahasa dengan baik, beretika dan sopan santun sebagaimana karakter bangsa Indonesia. Jangan membebani mereka dengan beban diksi, tata bahasa apalagi mereka diberikan tugas pembelajaran. Jadikan sekolah PAUD sebagai rumahnya, dibawah binaan guru PAUD. Biarkan mereka kembali ke titahnya. (*)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top