Pariwara
Bau-bau

Kerajinan Tenun Hidupkan Ekonomi Masyarakat Baubau

AKHIRMAN/KENDARI POS
TENUN BUTON : Dinas Koperasi dan UKM Baubau memberikan pendampingan dengan mendatangkan desainer ternama dalam memberi bimbingan pada para perajin tenun Buton agar motif lebih variatif tanpa melupakan kearifan lokal

KENDARIPOS.CO.ID — Upaya pemerintah Kota (Pemkot) Baubau untuk meningkat serta menghidupkan kembali kearifan lokal melalui kain tenun Buton, mulai membuahkan hasil. Semua itu dapat dilihat dari tumbuhnya minat para perajin kain tenun untuk kembali beraktivitas. Hal itu seiring dengan keberadaan kain tenun Buton yang mulai dicintai dan diterima di pasaran.

“Eksistensi kain tenun Buton memang telah mendapat tempat di hati masyarakat untuk semua kalangan. Makanya para perajin tenunan Buton di Baubau semakin bertambah, karena meningkatnya permintaan pasar. Saat ini, jumlah penenun kita yang tersebar di delapan kecamatan se Kota Baubau sekitar 1.419 orang,” kata Kepala Dinas Koperasi Dan UKM Kota Baubau, Syamsul Bahri saat ditemui di ruang kerjanya, senin (16/4).

Tumbuhnya minat masyarakat terhadap keberadaan kain tenun Buton tentu membawa pengaruh positif. Selain tetap dapat mempertahankan eksistensi kearifan budaya lokal, juga sangat membantu dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Hal ini sangat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah,” terangnya.

Kain tenun yang dihasilkan setiap perajin, tidak ada yang tersimpan. Semua dapat terjual dengan cepat mulai dari harga Rp 100 ribu hingga Rp 400 ribu. “Sehingga sangat membantu menghidupkan perekonomian masyarakat,” sambung mantan Kepala Satpol PP Kota Baubau itu. Dalam memasarkan hasil tenunanya, para perajin tinggal memilih. Apakah dijual di pasar tradisional atau ke galeri tenun yang ada. “Jadi, untuk pemasaran kain tenun tidak sulit lagi. Karena di Baubau sudah ada beberapa perajin yang memiliki galeri. Yang pasti semua tetap laku, karena permintaan masyarakat bukan hanya dari Kota Baubau, tapi dari luar daerah juga ada,” ungkap Syamsul Bahri.

Ia menambahkan, sementara ini, pihaknya belum menyalurkan bantuan modal pada para penenun karena ketersediaan anggaran yang tak ada. “Semua masih mandiri. Belum ada stimulus berupa bantuan modal dari kami. Yang kita lakukan baru sebatas pendampingan seperti mendatangkan desainer ternama untuk memberikan bimbingan. Sehingga, desain kain tenun Buton bisa mengalami kemajuan dengan tidak melupakan kearifan lokalnya,” pungkasnya. (c/ahi)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top