Pariwara
Metro Kendari

Melihat Dharma Santi Umat Hindu di Pura Agung Jagadhita Kota Kendari

Suasana pelaksanaan Dharma Santi di Pura Penataran Agung Jagadhita Kota Kendari, Minggu malam (15/4). Dihadiri Rektor IHDN Denpasar, Prof. Dr. Gusti Ngura Sudiana, Pj Gubernur Sultra Teguh Setyabudi, Kakanwil Kemenag Sultra Abdul Kadir dan Dirjen Binmas Hindu Kementerian Agama dan lainnya.

KENDARIPOS.CO.ID — Hari Raya Nyepi memang sudah berlalu. Namun, masih ada beberapa rangkaian kegiatan yang menjadi ajang silaturahmi sesama umat Hindu. Setelah sebulan lalu menggelar Simakrama, tadi malam (15/4), kembali melakukan Dharma Santi yang dipusatkan di Pura Penataran Agung Jagadhita Kota Kendari.

Adwin Barakti, Kendari Pos

Ratusan umat Hindu berkumpul di Pura Agung Jagadhita Kota Kendari, tadi malam. Acara Dharma Santi ini dihadiri langsung Rektor Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Prof. Dr. Gusti Ngura Sudiana, sekaligus memberikan beberapa pesan moral. Turut hadir sejumlah pejabat Sultra, seperti Pj Gubernur Sultra Teguh Setyabudi dan Kakanwil Kemenag Sultra, Abdul Kadir, Dirjen Binmas Hindu Kementerian Agama dan lainnya.

Dharma Santi bukan hanya acara seremoni belaka. Tapi menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat persaudaraan sesama umat Hindu. Sekaligus menjadi momentum meningkatkan semangat persatuan antar umat beragama. Sebab, sebelum acara puncak ini, terlebih dahulu ada kegiatan bakti sosial yang melibatkan masyarakat dan TNI-Polri.

Melalui agenda Dharma Santi, Polri dan TNI ikut andil dalam mendukung solidaritas keagamaan. Ini demi menciptakan kerukunan beragama antar sesama manusia. Hal ini sesuai dengan tema yang diusung: Melalui Catur Brata Penyepian Tahun Baru Sakka 1940, Tingkatkan Toleransi dan Solidaritas. “Intinya, kita ingin silaturahmi antar sesama umat Hindu terjaga serta kebersamaan dengan umat lain meningkat,” ungkap Ketua Panitia Dharma Santi, Kapten Chb Made Harmika.

Hampir seluruh umat Hindu di Sultra hadir dalam acara itu. Selain sebagai ajang saling memaafkan, juga untuk berdoa bersama, supaya diberi kehidupan yang baik serta hubungan dengan orang lain lebih bagus lagi. “Itulah konsep Tri Hita Karana tahun baru ini,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Gusti Ngura Sudiana mengatakan, pelaksanaan Nyepi adalah konsep memulai dari nol dan kembali pada nol. Konsep memulai dari nol sebagai keheningan kemudian setelah pelaksanaan Nyepi kembali pada nol yaitu mencapai moksatam jagadhita.

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top