Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Terima Transaksi Uang Logam, BI Apresiasi Pembukaan Layanan Mini BRI Syariah

Dorong Perputaran Uang Logam: Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Kpw Sultra, Surya Alamsyah (ketiga kanan) usai menyaksikan launching mini bank BRI Syariah di IAIN Kendari, bersama pejabat dan mahasiswa lingkup IAIN, kamis (12/4). Foto: Bank Indonesia for Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Bank Indonesia (BI) kantor Perwakilan (Kpw) Sultra, menyambut baik kerja sama yang dilakukan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah Kendari yang meluncurkan operasional mini bank di IAIN Kendari. Hal itu diungkapkan Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Kpw Sultra, Surya Alamsyah, kamis (12/4).

Katanya, melalui mini bank, BRI Syariah akan membuka layanan penerimaan setoran bank dari masyarakat di lingkup IAIN Kendari. Uniknya, transaksi bisa dilakukan dengan menggunakan uang logam. Fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukan bagi sivitas akademika saja, namun juga masyarakat luas.

“Bagi pihak IAIN, kerja sama itu akan memberikan pengalama bagi mahasiswanya, untuk menjalankan transaksi secara riil dengan didampingi petugas bank. Sementara bagi BRI Syariah, mereka akan dapat memberikan layanan penerimaan setoran masyarakat melalui outlet mini bank.  BI sebagai otoritas Sistem Pembayaran (SP), menyambut baik hal itu, karena memberikan kesempatan pada masyarakat untuk menggunakan uang logam yang tersimpan di rumah, untuk ditukarkan atau disimpan di bank,” terang Surya.

Ia menjelaskan, perputaran uang logam yang terjadi di Sultra tidak optimal. Itu ditandai dengan outflow uang logam yang tidak sebanding dengan inflow-nya. Data BI di tahun 2017, outflow logam tercatat lebih dari Rp 1 miliar dan inflow yang tercatat kurang dari Rp 10 juta. Seharusnya apabila perputaran terjadi dengan optimal, angka inflow dan outflow harus berjalan relatif seimbang. Ternyata, setelah dilakukan survey di masyarakat, kondisi tersebut terjadi karena banyak masyarakat yang lebih memilih menyimpan uang logam hasil kembalian di rumah, dan tidak digunakan untuk transaksi sehari-hari lagi.

“Ini terjadi karena selain repot dalam membawanya, pedagang kecil banyak yang enggan untuk menerima pembayaran dengan uang logam. Padahal itu bertentangan dengan undang-undang· Akhirnya, implikasinya di saat yang sama, retail-retail besar seperti Hypermart, Indogrosir, Indomaret dan yang lain, masih sangat membutuhkan uang logam utk pengembalian transaksi. Jika tidak dipenuhi, akan ganggu kelancaran transaksi seperti pengembalian dengan permen atau lainnya, yang pada dasarnya tidak dibenarkan oleh UU,” jelasnya.

Menurut Surya, BI sebagai otoritas bidang SP Pengelolaan Uang Rupiah (PUR), terus berupaya menyediakan uang dalam berbagai pecahan termasuk uang logam.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top