Pariwara
Metro Kendari

Mahasiswa Jurnalistik UHO Kunjungi Kendari Pos

Puluhan mahasiswa belajar jurnalistik saat berkunjung di Harian Kendari Pos, Kamis (12/4/2018). Mereka banyak dapat tambahan pengetahuan dari direksi dan redaksi Kendari Pos. Duduk dari ki-ka: Dosen pembimbing, Maria Sumule, Pemred Kendari Pos Arifuddin Mangka, Redpel Online La Ode Iman dan Biro Direksi Sawaluddin Lakawa.

KENDARIPOS.CO.ID — Sekira 50 mahasiswa jurusan jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (UHO) kembali mengunjungi surat kabar Kendari Pos. Kegiatan itu rutin dilakukan mahasiswa jurnalistik agar dapat melihat dan belajar tentang produk jurnalistik. Ada perpaduan teori yang mereka dapatkan dibangku kuliah dan praktiknya di Harian Kendari Pos sebagai perusahaan pers.

Puluhan mahasiswa yang didampingi dosen pembimbing Marsia Sumule diterima Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi, Pemimpin Redaksi (Pemred) Arifuddin Mangka, Biro Direksi Sawaluddin Lakawa dan Redaktur Pelaksana Kendari Pos Online La Ode Iman. Marsia Sumule mengatakan kunjungan ke Kendari Pos ini rutin dilakukan setiap tahun. “Saya memilih Kendari Pos karena media terbesar yang di Sultra yang banyak melahirkan jurnalis-jurnalis muda yang andal juga berdaya saing,” ujarnya di aula Graha Pena Kendari Pos Kamis (12/4).

Bukan hanya itu, bagi Maria Sumule, berita Kendari Pos punya banyak pembaca di Sultra. Dua alasan itulah mereka berkunjung di Kendari Pos. “Dengan belajar di sini saya yakin anak-anak mahasiswa saya bisa tahu bagaimana menjadi jurnalis yang sesungguhnya. Di kampus hanya dapat teori tetapi setelah berkunjung maka bisa bermotivisi. Harapannya tentu saja agar mahasiswa bisa mendapatkan ilmu dan mengetahui kerja jurnalis yang sesungguhnya,” jelas Maria Sumule.

Direktur Kendari Pos, La Ode Diada Nebansi mengatakan menjadi jurnalis harus mempunyai kecerdasan. Itulah dasar yang harus tertanam dari diri mahasiswa jurnalistik. Untuk menjadi jurnalis andal, tidaklah mudah apabila tanpa ditopang kemampuan adaptasi, kecerdasan, dan kemampuan menulis. “Di Kendari Pos kami terapkan itu. Kendari Pos membutuhkan jurnalis yang mampu beradaptasi dan punya kecerdasan,” ujarnya.

Biro Direksi Sawaluddin Lakawa menekankan pada produktivitas jurnalis yang harus mampu melahirkan karya jurnalistik. Kemampuan menulis mutlak dibutuhkan seorang jurnalis. Sementara itu, Pemred Kendari Pos, Arifuddin Mangka menjelaskan Kendari Pos terus bergerak selama 24 jam. Mulai proses peliputan hingga koran sampai di tangan pembaca. “Seorang jurnalis harus punya analisa tajam dalam melihat berita dari sudut pandang berbeda,” ujar mantan Redpel Kendari Pos tersebut. Media online di Kota Kendari begitu banyak namun tidak memengaruhi pembaca Kendari Pos. “Sebab, segmen kita berbeda. Kami juga memiliki pembaca di seluruh Sultra dan sampai hari ini kami masih tetap eksis yang dibarengi peningkatan kualitas,” jelasnya.

Sedangkan La Ode Iman menuturkan, seorang jurnalis harus memiliki wawasan, bisa bekerjasama dengan tim dan harus siap menjalankan tugas dimana pun. “Banyak tantangan kalau mau jadi jurnalis. Tak bisa hanya mengandal angka indek prestasi (IP) hasil kuliah di kampus, juga jangan mementingkan ego. Lalu harus bisa berbaur dengan kalangan mana pun. Mulai kepolisian, pelaku kejahatan, pejabat, masyarakat dan lainnya. Terus kalau mau jadi wartawan ini ada prosesnya. Contohnya di Kendari Pos, itu ada yang namanya magang. Disitu akan dinilai bisa selama 3 sampai 6 bulan,” tutup mantan Redaktur Olahraga ini. (p1/c)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top