Pariwara
Nasional

Fahri Hamzah Ragu KPK Bisa Tuntaskan Kasus Century

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah

KENDARIPOS.CO.ID — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak layak lagi menangani kasus Century. Fahri menyarankan Polri mengambil alih kasus yang telah merugikan negara Rp 6,7 triliun tersebut. “Saya melihat kasus Century sudah tidak layak diproses KPK, sebaiknya Mabes Polri mengambil alih kasus ini,” kata Fahri, Kamis (12/4). Fahri beralasan, di internal KPK banyak konflik kepentingan. Menurut dia, publik juga tahu salah satu penyebab Century tidak diproses karena ada salah satu mantan pimpinan KPK pernah menjadi lawyer Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang sebenarnya bertanggung jawab dalam pencairan bailout Century.

Selain itu, Fahri menegaskan bahwa di era Kepala Bareskrim Polri Susno Duadji, kasus Century ini milik Mabes Polri yang sudah hampir menjangkau aktor-aktor intinya. “Tetapi kemudian dilakukan audit, dan DPR mengambil alih dengan dibentuknya Pansus Angket. Pansus ini menghasilkan temuan luar biasa yang kemudian diserahkan ke KPK tapi kemudian tidak diproses,” jelasnya. Karena itu, Fahri menegaskan lebih baik kasus Century jangan diberikan kepada KPK. Sebab, ujar Fahri, pasti kasus itu tidak akan diproses. “Karena sudah terbukti kasus ini yang sudah hampir sepuluh tahun umurnya, tapi tidak dijalankan KPK,” ungkapnya. “Untuk itu selayaknya Mabes Polri mengambil alih kembali kasus ini, supaya dapat terlihat lebih terang seperti waktu (era) Pak Susno Duadji,” tambah politikus PKS itu.

Ketua DPR Bambang Soesatyo juga ikut angkat bicara. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada KPK untuk menindaklanjuti putusan PN Jakarta Selatan sesuai dengan mekanisme dan perundang-undangan. Dia juga memerintahkan Komisi III DPR untuk mendalami putusan praperadilan agar kasus itu bisa dituntaskan secara permanen. ”Karena sudah berlangsung cukup lama dan belum tuntas hingga kini,” terang legislator Partai Golkar itu. Bamsoet –panggilan akrab Bambang Soesatyo– juga mengimbau semua pihak yang diduga terlibat untuk secara kooperatif dan jujur dalam memberikan keterangan serta penjelasan kepada KPK, agar kasus Bank Century dapat terungkap dan diselesaikan sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Anggota DPR dari Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno menyatakan, permasalahan Bank Century sudah masuk ranah hukum. ”Biar proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Kami hanya minta semua proses penegakan hukum dilakukan secara adil dan transparan,” kata dia. Menurut mantan anggota Pansus Bank Century itu, yang sekarang terjadi sebenarnya sudah lama diprediksi sejak KPK dipimpin Abraham Samad. Kasus itu tertunda cukup lama, karena terkatung-katung. Banyak tarik-menarik kepentingan. Butuh kehati-hatian besar dalam menangani kasus tersebut.

Wakil Ketua KPK, Thony Saut Situmorang memastikan bahwa instansinya tidak tinggal diam terhadap kelanjutan proses hukum kasus bailout Bank Century. Tidak ada yang berhenti dalam penanganan kasus tersebut. Bahkan, April tahun lalu KPK sudah memetakan peran setiap orang yang disebut dalam putusan terhadap mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Mulya. ”Tinggal kami buat lebih lanjut. Kami masih pelajari putusannya,” janjinya.

Menurut Saut, putusan yang dijatuhkan PN Jakarta Selatan dua hari lalu tidak lain bertitik tolak dari putusan terhadap Budi Mulya. ”(Kasus) Budi Mulya di putusannya kan menyebut sepuluh nama,” ujarnya. Dia menjamin, tanpa putusan PN Jakarta Selatan pun, instansinya bakal berupaya mengungkap kasus tersebut sampai tuntas. ”Nanti pimpinan akan melihat konstruksi kasusnya seperti apa. Kalau sudah jelas, tanpa putusan itu KPK punya kewajiban,” imbuhnya. (wan/boy/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top