Pariwara
Nasional

Seribu Pejabat Dilatih Adopsi Era Industri 4.0

Menristekdikti. Mohamad Nasir

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah tidak mau melewatkan momentum era industri 4.0. Melalui program Making Indonesia 4.0, sebanyak seribu pejabat dilatih untuk adopsi era industri 4.0. Supaya mampu menerapkan teknologi dalam pelayanan publik. Sehingga meningkatkan ekspor, investasi, serta menurunkan kemiskinan.

Era industri 4.0 sudah gencar disampaikan pemerintah. Pada era ini internet memiliki peran utama dan penting. Sering juga disebut era industri 4.0 adalah eranya internet of things. Nantinya setiap instansi, sesuai kewenangannya, menjalankan layanan publik berbasis teknologi digital. Koordinator pelaksanaan Making Indonesia 4.0 adalah Kemenristekdikti. Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan mereka bertugas sebagai koordinasi dan menyiapkan kurikulum pelatihannya. Sementara pelatihannya dilaksanakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

’’Kita harus tangkap peluang (era industry 4.0, Red). Jangan sampai lewat, karena nanti bisa tergilas,’’ katanya di Jakarta Rabu (11/4/2018). Nasir mengatakan untuk menyamakan pemahaman dalam menyambut era industri 4.0 perlu kekompakan seluruh instansi pemerintah pusat, daerah, maupun BUMN. Seluruh layanan kebijakan publik harus bersinergi dan tidak boleh jalan sendiri-sendiri.’’(Making Indonesia 4.0, Red) kita lakukan karena era digitalisasi ini harus ke seluruh kementerian,’’ tuturnya.

Lebih jauh Nasir menjelaskan, akhir April ini dimulai dengan pelatihan sekitar 80 orang pelatih (trainer). Kemudian di Juni mulai dijalankan pelatihan secara masal kepada 1.000 pejabat pemerintahan dan BUMN. Gubernur Lemhanas Agus Widjojo mengatakan pada prinsipnya pelatihan terkait Making Indonesia 4.0 terkait dengan kepemimpinan, komunikasi, dan segala sesuai yang bisa memberikan pencerahan kepada cara berpikir dan bertindak. ’’Karena kita (pemerintah, red) di era digital itu gak bisa masing-masing orang atau masing-masing sektor itu bekerja di dalam diri sendiri,’’ tuturnya. Dalam menyukseskan Making Indonesia 4.0 perlu kolaborasi di lingkungan pelayanan publik secara terbuka dan menyeluruh.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menuturkan menyambut era industri 4.0 atau era digitalisasi, perubahan tidak hanya di pihak swasta. ’’Tetapi juga dari sisi regulator perlu mengadakan perubahan-perubahan. Ataupun antisipasi regulasi,’’ jelasnya. Dia berharap Indonesia di 2030 nanti menjadi top 10 ekonomi terbesar dunia. (wan/jpg)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top