Pariwara
Kolom

Dari Impossible Menjadi Possible, Oleh: Prof Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Senin (9/4/2018), saya menghadiri acara wisuda sarjana Universitas Muhammadiyah Kendari (MK) di Clarion Hotel Kendari. Wisuda itu penuh dengan makna yang jarang dirasakan kebanyakan orang. Makna itu akan menjadi guru pada kita. Tangis dan air mata para hadirin, memberikan makna bahwa kita perlu belajar hidup dari-NYA. (Maaf “Gadis” menurunkan cerita ini tanpa menyebutkan identitas dan foto, tetapi kenyatanya ada).

Setiap pelaksanaan wisuda, ada-ada saja kenangan. Entah itu wisudawan terbaik atupun hal lain yang dirasa sulit dilupakan. Wisuda UMK kali memiliki kesan mendalam, saat melihat pemandangan yang jarang terjadi. Yakni, hadirnya seorang wisudawan yang sangat menarik untuk didiskusikan. Ia salah seorang penyandang cacat yang sangat ulet dan memilki jiwa kemandirian yang tiada duanya. Saat disebut namanya oleh protokol, dia berdiri dengan tongkatnya yang terbuat dari kayu bundar. Ribuan pasang mata memandangnya penuh kagum.

Rasa empati makin bertambah setelah mendengar IPK-nya mencapai 3,65. Motivasinya kuat. Mandiri disetiap langkahnya. Tak ingin seorangpun memapahnya untuk mengambil ijazahnya. Dengan semangat, ia melewati tangga podium pengukuhan strata satu (S1) itu. Secara nalar, kesuksesan yang diraihnya itu impossible. Namun dia mampu menjadikannya sesuatu yang possible. Dalam kehidupan ini, manusia memang ditakdirkan lahir dengan kelebihan masing-masing. Tentu saja, pemandangan di Phinisi Room Clarion Hotel itu membuat orang yang hadir berpikir, bahwa Tuhan memang Maha Adil.

Sejak 1995 (saat lahir), dia telah mengalami dan melewati masa-masa indah waktu kecil dan kesedihan dalam tekanan mental luar biasa. Salah satu sisi kehidupannya, dia merasa bersyukur atas apa yang dimiliki. Tentu saja, perlu dipahami bahwa keterbatasan fisik (cacat sejak kecil) bukanlah halangan terbesar yang membatasi seseorang untuk maju dan bergaul. Terbukti, dia mampu melewati semua itu dengan kesabaran serta motivasi.

Apa yang dilakukannya, tentu menjadi contoh dan teladan luar biasa. Bahwa, apapun kondisinya, kita harus menjalani hidup ini dengan semangat. Kalau kita bersungguh-sungguh, maka bagaimanapun kekurangan yang dimiliki, bisa tetap sukses. Ekspektasi “gadis” bahwa, masih banyak orang lain seperti saudara kita yang berhasil mengejar impiannya (meenjadi sarjana). Seperti seseorang bernama Sidik, dia terlahir tanpa tanpa kaki (putus sampai paha) sejak kecil, namun dia berhasil menjadi pengusaha kerupuk di Jakarta. Demikian juga Irma Suryati yang sejak kecil mengalami lumpuh. Saat ini dia memiliki usaha penjualan kaset di Jakarta. Contoh terakhir, Habib Afsah seorang penyandang cacat sejak kecil, saat ini menjadi pengusaha bisnis online. (*)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top