Pariwara
Nasional

Terus Diserang, Jokowi Berang

Presiden Jokowi

KENDARIPOS.CO.ID — Empat bulan jelang pendaftaran calon presiden dan wakil presiden pada Agustus mendatang, Presiden Joko Widodo yang berstatus incumbent terus memanaskan mesin politiknya. Selain menggodok sosok wakil dengan partai koalisi, relawan pun sudah mulai digerakkan.
Sabtu (7/4), Jokowi menghadiri konvensi nasional relawan Galang Kemajuan (GK) di Puri Begawan, Bogor. Pada kesempatan tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberikan sejumlah arahan kepada relawan yang sudah membantunya sejak 2012 itu.

Pada awal sambutannya, Jokowi tampak kalem. Bahkan, dia sempat berkelakar ikhwal kejadian salah kostum yang dikenakannya. Jokowi yang mengenakan setelan jas biru, dirasa tidak cocok untuk acara relawan yang relatif santai. “Sekali-sekali kan tampil ganteng gak papa. Ya kan? karena tadi tadi banyak yang bilang ke saya bapak sekarang kok ganteng ya,” ujarnya disambut gelak tawa hadirin. Namun, sosok Jokowi berubah sangat drastis saat menceritakan isu demi isu yang terus menyerangnya. Jokowi mengatakan, saat ini, ada oknum yang ingin melemahkan posisi pemerintah di mata masyarakat. Caranya dengan menghembuskan isu yang terkesan menaku-nakuti jika Indonesia akan gagal.

Padahal, banyak negara di dunia yang mengapresiasi kerja pemerintah. Kalaupun masih ada kekurangan, itu bagian dari proses. Pasalnya,  membangun negara maju tidak bisa instan.”Melalui tahapan yang panjang dan melalui ujian-ujian tidak ringan, menghadapi tantangan-tantangan setiap hari yang harus kita hadapi. Kita carikan jalan keluar,” ujarnya. Bahkan, lanjutnya, sejumlah keberhasilan pemerintah juga coba disamakan lawan politik. Seperti program sertifikat tanah yang dinilai pembohongan oleh salah seorang tokoh politik.

Nada Jokowi semakin tinggi saat membeberkan fitnah yang menyerang pribadinya. Mulai dari isu antek asing, hingga isu antek PKI yang terus datang bertubi-tubi. Ironisnya, kata dia dilakukan dengan memfitnah melalui foto-foto editing.”Saya lahir belum, sudah jejeran sama Aidit (tokoh PKI) coba. Ini isu-isu apa-apaan ini, nggak beradab seperti itu,” ujarnya menunjukkan foto Jokowi berdampingan dengan Aidit. Di situ, Jokowi tampak jengkel. Suaranya tinggi dan menggebu-gebu.

Menurutnya, kritik atas apa yang dikerjakan pemerintah sangat wajar. Bahkan sangat dibutuhkan. Namun dia meminta agar kritik yang dilontarkan dibangun atas data yang benar. Bukan dengan asal bicara. “Mana yang kritik, mana yang nyinyir, beda lagi. Mana yang kritik, mana yang fitnah, beda lagi. Beda itu,” kata dia dengan suara sinis. Oleh karenanya, dia meminta relawan untuk mulai terjun memberikan pendidikan politik ke masyarakat bawah. Sehingga publik tidak terhasut oleh kampanye hitam yang bermuatan hoax dan fitnah.

Jokowi juga relawan bisa bekerja dengan militansi yang tinggi. Mengingat, waktu jelang pendaftaran sudah semakin dekat. “Saya mengajak semuanya, marilah sekali lagi kita keluarkan yang namanya tenaga dalam itu. Sehingga militansi itu muncul kembali,” terangnya. Ketua panitia konvensi GK, Didi Budiono mengatakan, sebelum konvensi nasional, GK di masing-masing provinsi sudah melakukan serangkaian konsolidasi dan penyerapan aspirasi. Hasilnya, semua sepakat untuk kembali mendukung Jokowi. “GK percaya Jokowi merupakan figur yang tepat,” katanya.
Dalam konvensi nasional di Bogor kemarin, pihaknya akan merumuskan sejumlah persoalan. Mulai dari konsolidasi visi pemenangan, strategi sosialisasi capaian pemerintahan Jokowi, dan menyampaikan usulan konsep pembangunan manusia. (far/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top