Pariwara
Muna

Rusman Emba Target 22 Kecamatan di Muna Punya Pasar Representatif

Rusman Emba

KENDARIPOS.CO.ID — Kabupaten Muna dibawah kepemimpinan LM Rusman Emba terus berbenah. Sejumlah terobosan dilakukan untuk menggenjot kemajuan daerah. Membangun dengan tagline Mai Te Wuna, Rusman melakukan perubahan besar-besaran pada beberapa sektor penting. Tidak saja pariwisata dan infrastruktur jalan, sentrum ekonomi baru juga terus dibangun.

Mantan senator itu berkomitmen menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah di atas rata-rata. Olehnya itu, untuk mencapai target tersebut, sejumlah pusat perkulakkan akan dibangun di semua kecamatan yang ada. Rusman menyadari peran strategis keberadaan pasar sebagai instrumen ekonomi kerakyatan sangat vital. Aktivitas perdagangan akan semakin menggeliat jika ditunjang fasilitas pasar yang memadai. “Salah satu fokus pemerintahan saya memang membangun pasar representatif di Muna. Tahun ini targetnya pasar modern Laino dituntaskan. Dengan begitu aktivitas perdagangan diharapkan akan semakin bergairah,” paparnya saat ditemui di Galampano, Raha, Minggu (8/4/2018).

Politisi yang pernah menjabat Ketua DPRD Sultra itu sebenarnya dihadapkan pada tantangan yang cukup berat. Rusman memimpin ditengah warisan kondisi keuangan daerah yang tidak sehat. Belanja pegawai yang begitu besar bahkan mencapai 70 persen dari dana alokasi umum (DAU) daerah cukup menyandera program unggulan Rusman. Ia tidak dapat berbuat banyak sebab APBD hanya bisa digunakan untuk belanja rutin.

“Tapi itu bukan berarti kami tidak bisa membangun untuk masyarakat. Ada berbagai upaya yang bisa dilakukan diantaranya mengupayakan bantuan pusat ataupun bahkan dengan skema pinjaman,” urainya. Diketahui, Pemkab Muna saat ini memang mengupayakan penuntasan pasar Laino sebab kebutuhan pedagang akan pasar representatif sudah mendesak. Untuk itu, pengajuan pinjaman daerah ke Bank Sultra senilai Rp 100 miliar tengah dilakukan. Dana itu, Rp 20 miliar diantaranya akan dialokasikan untuk pasar Laino. “Sudah disepakati secara prinsip dengan DPRD Muna. Pinjaman itu tinggal hal-hal teknisnya saja,” sambungnya.

Selain pasar Laino, era Rusman Emba juga sudah dibangun empat pasar kecamatan yakni pasar Bone, Parigi, Lohia dan Dana. Seluruhnya menggunakan dana alokasi khusus dan bantuan kementerian dari APBN. “Pasar Bone dan Parigi masing-masing Rp 6 miliar dari APBN. Kalau Lohia dan Dana masing-masing Rp.1,5 miliar dari DAK. Sudah tuntas dibangun 2017 lalu, sekarang tinggal pemanfaatannya,” tambah Sukarman, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muna.

Untuk tahun 2018, lanjutnya, Muna kembali dijatah anggaran sebesar Rp 15 miliar baik dari DAK maupun APBN. Dana itu akan digunakan untuk membangun dua pasar kecamatan di Lohia dan Tongkuno Selatan senilai Rp 12 miliar. Sisanya digunakan untuk merevitalisasi pasar Kabangka dan Kabawo. Sementara itu, direncanakan pula empat pasar kecamatan pada 2019 nanti. Masing-masing diantaranya di Kecamatan Napabalano dan Kontukowuna. “Targetnya 22 kecamatan di Muna harus punya pasar kecamatan yang representatif. Itu untuk mendongkrak PAD,” pungkasnya. (b/ode)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top