Pariwara
Bau-bau

Waspada ! Baubau Dalam Ancaman Banjir

Banjir di Baubau. Dok/KP

KENDARIPOS.CO.ID — Intensitas curah hujan yang tinggi selalu menimbulkan kekhawatiran pada bencana banjir. Terlebih lagi bagi kawasan yang memang kerap menjadi langganan genangan. Kondisi itulah yang kini harus diwaspadai masyarakat Kota Baubau. Pasalnya, cuaca yang mulai didominasi hujan dapat mengakibatkan bencana banjir terjadi.

Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (DPBD) Kota Baubau, La Ode Muslimin Hibali, mengatakan, bencana banjir merupakan salah satu kejadian yang selalu melanda beberapa wilayah. Makanya, bersama masyarakat pihaknya selalu meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi hujan dalam intensitas tinggi. “Beberapa titik yang selalu menjadi langganan banjir jika curah hujan tinggi seperti di Kelurahan Kantalai, Liabuku dan Keluruhan Waliabuku. Seluruhnya adalah wilayah Kecamatan Lealea, Kota Baubau,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/4).

Penyebapnya, karena kondisi drainase sebagai tempat aliran air tidak memadai. Dimensinya masih terbilang kecil, sehingga tak dapat menampung aliran air dari Sungai Loko. Akibatnya sungai meluap dan menenggelamkan pemukiman dan lahan pertanian warga. “Diperparah lagi dengan kondisi hutan yang sudah gundul. Sehingga tidak ada lagi kawasan tangkap air di wilayah itu,” jelas La Ode Muslimin Hibali.

Belum maksimalnya perhatian pemerintah dalam menangani persoalan banjir yang selalu melanda wilayah tersebut ketika musim penghujan, memberi dampak baru. Yaitu, wilayah Kelurahan Kadolokatapi, Kecamatan Wolio, Kota Baubau yang selama ini tidak terendam, kini mulai dilanda banjir. “Sehingga kawasan yang berada dalam ancaman banjir ketika hujan dalam intensitas tinggi menjadi empat titik. Untuk banjir yang melanda wilayah Kadolokatapi adalah kiriman akibat luapan Sungai Loko,” sambungnya.

Ia menambahkan, sebenarnya pihaknya telah menyentuh kawasan yang kerap terendam tersebut dengan pembuatan talut sebagai aliran air. Hanya saja, upaya tersebut belum memberi hasil maksimal. “Talut yang kita buat 800 meter dari anggaran APBN Rp 3 miliar. Tetapi belum bisa mengatasi persoalan tersebut. Makanya 2017 lalu, kami kembali usulkan anggaran untuk tambahan pembuatan 500 meter talut. Insyaallah tahun ini dananya sudah bisa turun,” pungkasnya. (b/ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top