Pariwara
Politik

21.582 Pemilih Pemula di Muna Belum Terakomodir

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Pemilih potensial di Muna masih banyak yang belum terakomodir dalam daftar pemilih sementara (DPS) Pemilihan gubernur (Pilgub) Sultra 2018. Panitia pengawas Pemilu (Panwaslu) Muna menemukan 21.582 pemilih potensial yang belum terdaftar. Mereka kebanyakan pemilih pemula dengan usia berkisar 17 tahun.

Komisioner Panwaslu Muna, Ali Darman meminta Komisi Pemilihan Umum Muna agar memerhatikan jumlah pemilih yang belum terakomodir dalam DPS tersebut. Menurutnya, masa perbaikan DPS harus dimanfaatkan KPUD secara maksimal agar hak politik warga negara yang telah memenuhi syarat umur tetap tersalurkan.

“Jumlah itu bisa saja menjadi potensi masalah Pilgub nanti kalau KPU tidak melakukan perbaikan. Untuk itu, kami minta pemilih pemula diperhatikan,” jelas Ketua Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia Panwas Muna saat ditemui jumat (6/4).

Sebagian besar pemilih pemula yang tidak terdaftar di DPS kata dia, disebabkan belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik. Sebab hal itu menjadi syarat mutlak seorang warga negara sebelum menyalurkan hak suaranya. “KPU harus intens melakukan sosialisasi, meminta pemilih pemula segera mengurus e-ktp. Mengingat itu syarat utama menjadi pemilih,” akunya.

Panwas sendiri sebenarnya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil guna mengantisipasi kekosongan blanko. Dalam waktu sepekan sebelum masa penetapan DPT 13 April nanti, KPUD bersama Disdukcapil akan melakukan perekaman di lapangan. Terutama daerah dengan pemilih pemula terbesar seperti Lohia, Tongkuno dan Marobo.

Pemilih pemula juga diminta tidak khawatir apabila belum bisa mengurus e-ktp secepatnya. KTP masih dapat digantikan statusnya dengan surat keterangan (suket) yang resmi dikeluarkan instansi berwenang. “Kalau belum ada ktp, sekurang-kurangnya suket. Karena prinsipnya pemilih harus bisa menunjukkan format C6 saat pemilihan nanti,” sambungnya.

Ali Darman mengingatkan penyelenggara pemilu agar memerhatikan serius terkait DPT baik keabsahannya maupun tingkat pendataan pemilih. Hal itu untuk mencegah kisruh DPT pada saat Pilkada Muna 2016 terulang kembali. “Muna pernah pemungutan suara yang berulang-ulang hanya karena DPT. Jadi ini harus jadi catatan. Kami harap KPU dapat melaksanakan tugasnya dengan paripurna,” pungkasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top