Pariwara
Kolaka Utara

Dirambah Warga, Hutan Kolut Kritis, Rentan Terjadi Longsor

KENDARIPOS.CO.ID — Kondisi hutan di Kolaka Utara (Kolut) sedang kritis. Semua itu akibat aktivitas warga yang merambah hutan secara sembarangan. Parahnya, aktivitas terlarang itu kebanyakan dilakukan di areal hutan lindung (HL). Catatan pemerintah kabupaten (Pemkab) Kolut, hingga 2018, sudah puluhan ribu hektar yang mengalami degradasi.

Akibat kondisi ini, sehingga otorita Nur Rahman itu rentan terjadi longsor dan banjir. Hujan sedikit saja, pasti akan berdampak banjir. Situasi paling parah terjadi di beberapa kecamatan. Salah satunya di Kecamatan Tolala. Kondisi kritis hutan di Kolut dikemukakan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Kolut, Drs. Iskandar. Kata di, sejak 2015, lebih dari 70 ribu hektar hutan lindung Kolut mengalami degradasi. Jumlah itu semakin bertambah hingga saat ini.

Banyaknya aktivitas warga yang merambah hutan disebabkan adanya pemberlakuan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 88 Tahun 2017 tentang penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan. Bupati Kolut, Nur Rahman Umar tak menapik hal ini. Hanya saja, dirinya sudah mengingatkan agar warga tidak lagi melakukan hal serupa. “Warga khususnya aparat desa tidak boleh memanfaatkan pemberlakuan UU Nomor 88 untuk kepentingan pribadi, mencaplok hutan lindung guna mendapatkan sertifikat,” katanya, Rabu (4/4/2018)

1 of 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top