Pariwara
Kolaka

Distribusi BBM di Kolaka Lancar, Antre Tetap Panjang

STOK BBM : Suasana antrean panjang pada salah satu SPBU di Kolaka. Pihak Komisi III DPRD Kolaka baru saja melakukan inspeksi pada sentra pengisian bahan bakar tersebut, selasa (3/4). Foto: Zulfadly Nur/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sudah beberapa pekan ini, antrean pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Kolaka, cukup panjang. Sejumlah SPBU juga tak menjual bahan bakar jenis premium. Sedangkan untuk mendapatkan bahan bakar jenis pertalite, warga harus mengantre. Sehingga, stok bahan bakar di Bumi Mekongga terkesan langka.

Perwakilan Depot Pertamina Kolaka, Eddy Farman, membantah jika bahan bakar langka. Sebab pihaknya selalu rutin melakukan pengisian di setiap SPBU. Soal antrean panjang yang terjadi belakangan ini, itu bukan karena kelangkaan, tetapi jumlah kendaraan yang ada di Kolaka semakin meningkat. “Saya tak terima kalau ada yang bilang bensin di Kolaka langka. Sebab kami rutin melakukan pengisian di SPBU di empat kabupaten, termasuk Kolaka. Antrean panjang yang terjadi belakangan ini, karena kendaraan di Kolaka saja yang semakin banyak,” argumennya saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) di ruangan Komisi III DPRD Kolaka, Selasa (3/4).

Meski demikian, Eddy tak menampik salah satu penyebab antrean panjang yang terjadi belakangan ini, juga disebabkan oleh adanya SPBU yang melayani pembelian di jerigen. Namun, pihaknya tidak dapat melakukan penindakan. Kata dia, pembelian jerigen tersebut dibekingi oleh oknum. “Memang ada pembelian di jerigen yang biasa dilakukan di SPBU. Tapi itu dibekingi oleh oknum aparat,” bebernya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kolaka, Hasbi Mustafa, meminta agar memudahkan warga untuk mendapatkan bensin, ia menyarankan agar SPBU melalukan pelayanan lebih awal. “Sebaiknya, SPBU itu mulai beroperasi pukul 06.00, karena banyak warga yang beraktivitas dengan menggunakan kendaraan di pagi hari seperti pegawai dan pedagang. Jangan lagi jam 10, SPBU belum buka. Ini harus diperbaiki pelayanannya,” pintanya.

Usai menggelar RDP, Anggota Komisi III DPRD Kolaka langsung melakukan inspeksi ke SPBU yang terletak di Kilometer 2 untuk mencari tahu penyebab antrean panjang. Setelah tiba di SPBU di Kilometer 2, para legislator menemukan adanya pengisian pertalite. “Sebaiknya utamakan dulu premium, baru pertalite karena premium yang banyak dibutuhkan masyarakat. Meskipun ada Peraturan Menteri, tetapi harus juga dikondisikan,” pesan Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Syaifullah Khalik pada pihak SPBU. (b/fad)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top