Pariwara
Konawe Utara

Direktur RSUD Konut Klaim Sudah Maksimal

LAYANAN KESEHATAN : Para anggota DPRD ketika melakukan pemantauan sistem pelayanan di RSUD Konut karena dianggap belum maksimal. Foto: Helmin Tosuki/ Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sorotan anggota DPRD Konawe Utara (Konut) yang menilai pelayanan kesehatan di RSUD yang dipimpinnya tak maksimal, Hasrawan, berang. Ia menganggap, tudingan anggota dewan terhadap lembaganya tidaklah seperti apa yang ada dalam benak selama ini. Direktur RSUD Konut itu berargumen, jika penanganan medis pada pasien diakui hanya pada persoalan dokter spesialis.

“Masalah kemarin (selasa;red) itu hanya persoalan spesialis saja. Tetapi secara umum kita bisa tangani di sini (RSUD). Terus terang saja, kita juga ada kerja sama dengan BPJS. Apalagi kita tidak bisa klaim kalau bukan dokter spesialis yang tangani,” jawab Hasrawan, Selasa (3/4). Terkait pasien ibu hamil yang dirujuk pihak RSUD Konut hingga melahirkan di perjalanan, ditanggapi datar Hasrawan. Ia beralasan, pasien tersebut memiliki riwayat pinggul sempit ketika melahirkan.

Sementara pasien lainnya diketahui memiliki riwayat penyakit hemoroid (wasir). “Karena kendala itu, dokter merujuknya. Di dalam mobil ambulans sudah ada petugas dan peralatan medis. Alhamdulillah, dalam perjalanan mungkin terjadi goncangan. Mungkin bayinya kecil, sehingga melahirkan secara normal. Artinya pihak RSUD sudah melakukan tindakan. Nah, yang dipersoalkan tidak adanya dokter. Sementara yang menangani adalah dokter. Persoalannya apa?,” tantangnya.

Hasrawan juga tak terima dengan pernyataan legislator Konut yang menilai pelayanan RSUD Konut buruk. Sementara pelayanan terhadap pasien terus dilakukan. Sebagai upaya, Pemkab Konut telah menghadirkan dokter spesialis di RSUD untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan. “Saya secara pribadi berusaha semaksimal mungkin melakukan pelayanan. Tak ada sedikitpun niatan untuk tak maksimal,” ujarnya.

Untuk pelayanan dasar dan fasilitas RSUD Konut, diklaimnya telah memadai. Sebagai upaya RSUD Konut, dalam waktu dekat dokter spesialis yang belum dimiliki akan segera didatangkan. Namun dirinya tak memungkiri jika persoalan dokter spesialis dalam kurun waktu dua bulan memang dalam kondisi kekosongan. “Dokter spesialis itu ada MoU, tugas mereka berakhir bulan Desember lalu. Tapi mereka masih bertugas selama tiga hari dalam seminggu. Biasanya Senin-Rabu ada. Kadang masalah pasien dirujuk saat dokternya tidak berada di tempat. Sehingga pelayanan ini yang tidak maksimal,” katanya.

Hasrawan menambahkan dalam waktu dekat, dokter spesialis akan dihadirkan untuk memaksimalkan pelayanan bekerja sama dengan Kemenkes. “Ada spesialis bedah dan ahli anak. Dalam bulan ini juga akan ada lagi dokter spesialis obgyn. Itu langkah-langkah dalam memaksimalkan pelayanan,” urainya. (c/min)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top