Pariwara
HEADLINE NEWS

Virtue Dragon ‘Keras Kepala’, DPRD Konawe Layangkan Panggilan Kedua

Masyarakat saat unjukrasa terkait persoalan PT Virtue Dragon Nikel Industry di Konawe. Foto : Dok/KP)

KENDARIPOS.CO.ID — Manajemen PT. Virtue Dragon Nickel Industry (PT. VDNI) masih “keras kepala”. Desakan masyarakat dan Pemkab Konawe agar menyelesaikan kewajibannya belum juga ditunaikan. Panggilan DPRD Konawe juga mereka abaikan. Padahal, hearing itu diperlukan supaya ada titik temu, kapan mereka melunasi “utangnya” terhadap masyarakat Konawe. Terutama yang berdomisili di seputar lingkar tambang, Kecamatan Morosi.

Sekretaris Komisi II DPRD Konawe, Irawati mengakui kalau pihaknya sudah mengundang manajemen PT VDNI untuk hearing sejak pekan lalu. Namun tidak dipenuhi perusahaan tambang nikel tersebut. “Mereka beralasan, pengambil keputusan (pimpinan) masih berada di luar negeri. Sehingga pertemuan belum bisa dilakukan,” kata Irawati, Senin (2/4/2018). Irawati mengungkapkan, pertemuan untuk membahas penyelesaian penderitaan warga di sekitar pabrik nikel sangat penting dilakukan. Sehingga, harus pimpinannya langsung yang mesti hadir. “Kami juga tidak mau kalau mereka pakai perwakilan. Karena pasti tidak akan menyelesaikan masalah. Pekan ini, kami jadwalkan kembali untuk hearing,” jelasnya.

Dia menambahkan, PT VDNI tidak boleh lepas tanggung jawab atas semua masalah yang terjadi. “Tidak boleh mau enaknya saja. Semua hal, mulai CSR hingga kerusakan lingkungan harus dipertanggung jawabkan,” ingatnya. Memang, keberadaan PT. VDNI sudah membuat pemerintah daerah dan masyarakat Konawe resah. Sebab, sudah empat tahun beroperasi, tak ada sedikitpun memberikan manfaat. Justru sebaliknya, perusahaan yang berpusat di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe itu hanya menimbulkan banyak mudharat atau kerusakan.

Beberapa masalah yang muncul, seperti kerusakan lingkungan, tambak warga, aksi premanisme di lingkungan perusahaan, kesenjangan gaji antara pekerja lokal dengan TKA, tidak menyalurkan corporate social responsibility (CSR) dan lainnya. Ternyar, terungkap pula bahwa perusahaan pengolah nikel itu tidak membayar pajak izin mendirikan bangunan (IMB) sebesar Rp 10 miliar.

1 of 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top