Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Stok Aman, Harga Cabai Tetap Naik

Harga Cabai Melonjak: Cabai yang dijual di Pasar Sentral Kota Lama , Kendari, Senin 2/4. Harga cabe dipasaran mengalami kenaikan hingga Rp. 40.000 per kilogram. foto: LM. SYUHADA RIDZKY/KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Harga cabai pada sejumlah daerah di tanah air, termasuk di Kota Kendari kembali melonjak. Khusus harga cabai besar bahkan dijual hingga Rp 40.000 per kilogram. Salah seorang pedagang cabai di Pasar Kota, Ata mengatakan, harga cabai saat ini sangat tinggi. Kalau sebelumnya atau di Maret lalu harga cabai besar Rp 30.000 ribu perkilo gram, di April ini harganya naik lagi. “Naik terus ini harga lombo (cabai-red) bela. Mau lombo kecil, besar atau keriting, sama saja. Naik terus ini. Sekarang naik lagi,” kata Ata, saat ditemui di pasar kota, senin (2/4).

Dia menjelaskan, harga untuk masing-masing cabai yakni cabai rawit Rp 35.000, cabai keriting Rp.30.000 dan cabai besar Rp 40.000 per kilogram. Ata pun terpaksa menjual dengan harga tinggi. Sebab dia pun membeli sudah di harga yang ia sebutkan tadi. Belinya, kata dia, dari penjual di pasar Baruga. Hal senada pedagang di pasar korem, diungkapkan Wati. Katanya, harga untuk ketiga jenis cabai, semua naik. Kenaikannya, kata dia, bahkan terjadi setiap bulan. Dan itu terjadi sejak awal tahun hingga saat ini.

“Naik terus ini kalau harga lombo. Semuanya begitu. Kalau bulan lalu (Maret-red) kita masih dapat harga Rp 30.000 bahkan pernah juga harga Rp 25.000 per kilogram, sekarang tidak dapat mi. Memang kalau musim hujan, harganya naik terus,” jelasnya.

Wati mengatakan, sejak awal tahun harga cabai sudah naik. Namun, kenaikannya yang paling sering, terjadi di Februari. Bahkan, di bulan itu harga untuk tiga jenis cabai naik turun dan selalu stagnan di angka Rp.30.000 per kilogram untuk cabai keriting dan besar serta Rp 35.000 per kilogram untuk cabai rawit.

Kabid Dalam Negeri Disperindag Sultra, Ir. Muhammad Ali MM mengakui kenaikan harga tiga komoditi tersebut. Katanya, tak ada yang bisa diperbuat oleh Disperindag. Sebab, naiknya harga cabai dipicu oleh intensitas hujan yang turun terus menerus. “Ini karena musim hujan ya. Kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena cabai ini tanaman yang rentan dengan air. Sehingga kalau hujan, kulitnya membusuk. Otomatis, mempengaruhi harga,” jelasnya.

Dia mengurai, harga untuk tiga komoditi tersebut sepekan terakhir di bulan Maret dan awal April . Dimana, per tanggal 26 Maret, harga cabai keriting Rp 35.000 per kilogram, cabai besar Rp 39.500 dan cabai rawit Rp 32.500 per kilogram. Per tanggal 28 Maret, cabai keriting Rp 39.000, cabai besar Rp 41.000 dan rawit Rp 31.000. Per 2 April, cabai keriting seharga Rp 39.000 per kilogram, cabai besar Rp.40.000 dan cabai rawit Rp 31.000.

Sementara itu, Kadisperindag Sultra, Hj. Siti Saleha, mengatakan, kendati harga tiga jenis cabai melonjak di pasaran, namun hal itu tidak berpengaruh terhadap ketersediaan stok. Dia bahkan menjamin, stok cabai keriting, merah dan cabai rawit untuk Sultra, aman hingga lima bulan ke depan.

“Memang harganya naik, karena faktor cuaca. Tapi pada umumnya stabil. Kita habis Raker, memang sesuai pantauan tim terpadu, harga naik. Tapi masih terkendali, baik dari harga maupun ketersediaan stok. Hasil pemantauan operasi pasar kita di lima pasar, bersama tim Satgas dari dinas perhubungan, pertanian, ketahanan pangan dan Polda, stok masih aman sampai 5 bulan ke depan. Koordinasi kita sangat intens dan kami turun lapangan. Di samping tim Satgas turun, tim internal kita juga, melakukan pemantauan harga setiap harinya,” pungkasnya. (Ind/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top