Pariwara
Bau-bau

DPRD Kota Baubau Mengaku Kecolongan

ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Seharusnya, setiap usulan anggaran yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau dalam pembahasan APBD terlebih dulu melalui pengkajian dari DPRD sebelum akhirnya ditetapkan. Sayangnya tugas tersebut belum dapat dilaksanakan secara maksimal. Masih ada postur anggaran dalam APBD yang lolos dari kajian atau pantauan para wakil rakyat. Salah satunya, anggaran yang diajukan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau untuk pembayaran honor tenaga operator sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Baubau.

DPRD mengaku kecolongan sehingga tidak mengetahui pasti penganggaran untuk tenaga operator tersebut. “Kita berharap kalau honor tenaga operator sekolah di Baubau masih dianggarkan untuk satu tahun atau 12 bulan gaji, sesuai yang ditetapkan pada 2016 silam. Ternyata belakangan kita tahu, 2017 lalu sisa sembilan bulan. Artinya ada pengurangan pembayaran tiga bulan yang kami tidak tahu. Dewan tidak ketahui itu,” kata Anggota Komisi II DPRD Kota Baubau, Fajar Ishak Daeng Jaya.

Sebenarnya, menurut Ketua DPD Hanura itu, anggaran untuk honor tenaga operator telah diusulkan sejak 2015 silam. Sehingga pada APBD 2016 langsung ditetapkan. “Persoalan ini telah kita sikapi sejak saya masih di komisi III. Kita menganggarkannya 12 bulan. Kalau tidak salah honor perbulan Rp 500.000. Makanya selama ini kita tidak lagi mengoreksi lagi. Nanti sekarang baru ketahuan, ternyata untuk 2017 dianggarkan hanya sembilan bulan. Ada apa ini,” tanyanya.

Jika alasannya karena ada tambahan tenaga operator, harusnya diungkapkan oleh pihak Dinas Pendidikan. “Supaya kita tambahkan atau menyetujui tambahan anggarannya. Bukan diam-diam dan mengurangi secara sepihak seperti itu. Keliru itu. Karena kami tidak pernah mencoret anggaran yang berkaitan dengan kemaslahatan,” sambungnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dikbud Kota Baubau, Masri, mengungkapkan, berkurangnya penerimaan gaji operator sekolah karena kondisi keuangan yang tidak mencukupi. “Kemudian mereka (tenaga operator) aktif hanya sembilan bulan, yaitu mulai Juli sampai Maret. Saat momen penerimaan siswa baru dan ada kegiatan sekolah yang sifatnya memerlukan penginputan data,” ucapnya.

Total keseluruhan operator sebanyak 90 orang yang terbagi 67 tenaga untuk SD dan 23 di SMP. Seluruhnya gabungan sekolah swasta dan negeri. “Besaran gaji yang diterima setiap bulan adalah Rp 250.000. Satu tahun hanya sembilan bulan gaji,” tutupnya. (b/ahi)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top