Pariwara
Muna

Terkait Pelimpahan Aset Rp 211 M, Mubar Minta Sekaligus, Muna Ingin Bertahap

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Urusan pembagian aset daerah antara Muna sebagai kabupaten induk dan pemekarannya, Muna Barat (Mubar) belum kunjung selesai. Sejumlah aset dengan nilai total Rp 211 miliar hingga saat ini masih menunggu proses pelimpahan. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Muna sebenarnya sudah berupaya menyerahkan sebagian aset daerah kepada Muna Barat dengan nilai Rp 197 miliar. Sayangnya, Pemkab Mubar masih enggan menerima dengan alasan yang tidak diungkapkan.

“Rp 197 miliar itu saya tidak hafal semua aset apa saja, hanya diantaranya sebagian berupa mobil dinas para camat dan aset daerah yang memang berada di wilayah administrasi Mubar,” terang Wa Ode Zarmin Hidayad, Kabid Aset, BPKAD Muna, akhir pekan lalu. Masalah itu sebenarnya sudah pernah dimediasi pihak Kementerian Dalam Negeri yang difasilitasi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Provinsi Sulawesi Tenggara. Meski demikian, negosiasi berjalan buntu. Dampaknya, BPKAD Muna masih harus memasukkan aset tersebut dalam kepemilikan otorita Muna.

“Hanya miskomunikasi. Sebenarnya sudah diverifikasi juga oleh BPKP. Pendataan sudah selesai tinggal Mubar saja kapan mau terima aset ini,” versinya. Informasi yang dihimpun, pihak Pemkab Mubar mendesak pelimpahan aset dilakukan sekaligus, tidak secara bertahap. Salah satu yang diinginkan adalah status Bandar Udara Sugimanuru di wilayah Kecamatan Kusambi dialihkan sebagai aset Pemkab Mubar.

“Salah satu yang diminta itu aset landasan pacu bandara. Hanya itu belum bisa kami serahkan,” paparnya. Zarmin menjelaskan, ada mekanisme sebagaimana yang disetujui dalam rapat paripurna antara Pemkab Muna dan DPRD soal pelimpahan aset yakni dilakukan secara bertahap. Dalam hal ini, berkaitan dengan Bandara Sugi Manuru, aset itu masih akan diverifikasi terlebih dahulu sebelum diserahkan.

“Rencananya masih ada Rp 14 miliar yang diserahkan kemudian, termasuk bandara itu. Soalnya, ini punya mekanisme. Tidak bisa sekaligus,” sambung Wa Ode Zarmin Hidayad. BPKAD Muna hingga kini menunggu sikap pemerintah provinsi terkait pelimpahan aset tersebut. Rencananya, April ini pembicaraan aset antara Muna dan Mubar akan kembali dilanjutkan. “Sekarang BPKAD provinsi yang ambil alih. Tunggu saja hasilnya,” pungkasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top