Pariwara
Bombana

Perusahaan Tambang Emas di Bombana Belum Lakukan Reklamasi

Sitti Sapiah

KENDARIPOS.CO.ID — Kabupaten Bombana kaya dengan sumber daya alam, salah satunya adalah tambang emas. Sayangnya, keberadaan mineral murni di daerah tersebut tak memberi dampak positif bagi masyarakat Bombana. Yang terjadi justru bias negatif, khususnya pada lingkungan. Perusahaan-perusahaan tambang tak memperhatikan aktivitas pascatambang dengan melakukan reklamasi. Akhirnya, terjadi kerusakan lingkungan.

Kondisi tersebut dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Bombana, Sitti Sapiah, akhir pekan lalu. Ia mengaku, aktivitas tambang yang ramai sejak tahun 2009 lalu, kini hanya menyisakan kerusakan di Wonua Bombana tersebut. “Setahu saya, sebelum perusahaan tambang beroperasi dan diberikan izin, mereka ada dana jaminan reklamasi untuk mencegah kerusakan lingkungan meskipun nyatanya pasti akan rusak,” sindirnya.

Tetapi kenyataannya, seluruh perusahaan tambang emas di Bombana yang izin usaha pertambangan (IUP) telah habis ataupun masih beroperasi, belum ada yang melakukan reklamasi. “Kami telah melakukan peninjauan lapangan. Memang masih banyak perusahaan tambang belum melakukan reklamasi dengan alasan kandungan emas ditambang mereka masih ada. Seharusnya kalau sudah menggali dan mengambil kandungan emasnya, harus langsung ditimbun, agar tanah itu bisa dipakai lagi untuk bercocok tanam. Meskipun tidak langsung bisa digunakan tanahnya, karena butuh kajian lagi. Tapi kenyataanya mereka menunda-nunda menutup atau mereklamasi dengan alasan masih ada emas. Memang sudah ada sebagian yang melakukan reklamasi, tapi belum maksimal,” ungkap Siti Sapiah.

Dengan kondisi tersebut, DLHK Bombana, tak bisa berbuat banyak. Pihaknya hanya berupaya melakukan koordinasi dengan pejabat di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara. “Saya sudah menyurat ke ESDM Provinsi untuk meminta pendapat, apakah saya akan memanggil seluruh pelaku tambang emas dan menyuruh cepat reklamasi atau seperti apa. Karena mereka punya uang jaminan reklamasi itu. Bila ini dibiarkan berlarut-larut, bencana banjir atau longsor bisa saja berulang kali terjadi,” tandasnya. (b/kmr)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top